“MS” Polisikan “DBD”, Oknum Kades di Nagekeo, Yang Pamer Alat Vital.

Dibaca 745 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,

Oknum Kepala Desa (kades) di Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial ‘DBD”, resmi dipolisiskan oleh seorang ibu Rumahtangga berinisial “MS” (40), korban yang menjadi sasaran “DBD” memamerkan alat vitalnya via  Messenger Facebook.

“MS” mendatangi kantor kepolisian resort (polres) Nagekeo pada kamis, (24/09/2020) siang, untuk melaporkan perbuatan tidak senonoh yang dipamerkan oleh “DBD” salah satu oknum kades di Nagekeo, yang berani menunjukkan foto kelaminnya lewat pesan Facebook kepada “MS”.

Laporan “MS” diterima pihak Polres Nagekeo atas nama, Valerio Marilonga Putra, dengan Surat bukti laporan nomor : TBL/86/IX/2020/NTT/ Res Nagekeo.

Baca Juga :  Sering Antar Sampel Swab, Pegawai BPBD Nagekeo Meninggal Dunia di Ruangan Isolasi RSD Aeramo

Usai menyelesaikan laporan polisi di Polres Nagekeo, Kepada awak media “MS” menerangkan bahwa, Dirinya telah melaporkan “DBB” oknum kades yang dinilai telah melecehkan dirinya dengan mengirimkan gambar alat vital kepadanya melalui Pesan Facebook.

Saya merasa dirinya di lecehkan maka hari ini saya datang ke Polres Nagekeo untuk melaporkan Oknum Kades Aeramo, terkait dugaan pengiriman alat vital itu,” ungkap “MS” kepada awak Media.

“MS” menegaskan bahwa, laporan tersebut dibuatnya dengan penuh kesadaran tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun karena ia merasa dirinya benar-benar dilecehkan.

Baca Juga :  Polri Akan Mengamankan Proses  Pembangunan Waduk Lambo, Semua Pihak Diminta Tahan Diri

“Walaupun saya hidupnya susah, saya tidak pernah buat seperti itu. Saya kasih makan anak saya, saya kerja dari keringat saya sendirian,” tegasnya.

“MS” berharap agar pihak kepolisian resort Nagekeo dapat menindaklanjuti laporannya untuk menepis persepsi buruk masyarakat terhadap dirinya.

Sementara itu Kapolres Nagekeo, AKBP. Agustinus Hendrik Fai, kepada awak media mengatakan bahwa, Polres Nagekeo akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Laporan belum masuk di meja saya. Kalau sudah ada yang pasti kita akan lidik kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku,” ungkap Kapolres Nagekeo.

Baca Juga :  Update Covid-19 Nagekeo, Positif Covid-19 bertambah Empat Orang
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment