Peristiwa Pengeroyokan “IN” Warga Kelurahan Danga sedang Ditangani Polres Nagekeo

Dibaca 344 kali

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Nagekeo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) A. Hendrik Fai, ketika dijumpai Madia Fakta Hukum NTT di ruang kerjanya pada selasa 27 April 2020,

Faktahukumntt.com – NAGEKEO

Peristiwa pengeroyokan warga kelurahan Danga, kecamatan Aesesa, yang berinisial (IN), oleh sekelompok orang yang diduga mabuk minuman keras (miras) pada hari minggu, 27 april 2020, sedang ditangani oleh Kepolisian Resort (Polres) Nagekeo.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Nagekeo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) A. Hendrik Fai, ketika dijumpai Madia Fakta Hukum NTT di ruang kerjanya pada selasa 27 April 2020,

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Nagekeo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) A. Hendrik Fai, ketika dijumpai Madia Fakta Hukum NTT di ruang kerjanya pada selasa 27 April 2020, menjelaskan kasus pengeroyokan (IN) sudah diterima laporannya dan sedang ditangani Polres Nagekeo melalui Prosedur Tahapan (protap) penanganan kasus yakni penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa saksi-saksi untuk mengidentifikasi pelaku.

“Polres Nagekeo telah mengambil langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan untuk mencari tau penyebab kejadian guna menemukan unsur-unsur perbuatan pelaku” Ungkap AKBP. Hendrik Fai.

Lebih lanjut Kapolres Nagekeo menjelaskan Polres Nagekeo belum sampai pada tahab gelar perkara untuk menetapkan tersangka.

Mekanisme untuk menetapkan tersangka berdasarkan protap penanganan perkara adalah Menerima laporan, spingkas, lidik, pulbaket, advokasi, laporan hasil penyelidik, gelar perkara untuk menetapkan penyelidikan, meningkatkan proses lidik ke sidik dan kemudian gelar perkara untuk tetapkan tersangka.

Baca Juga :  Simak..! Anak-Anak dan Perempuan Jadi Korban Kekerasan di Besipae

“Langkah – Langkah itu sementara kami lakukan sesuai dengan protap” tegas Kapolres Nagekeo.

Yohanes Lado, kepala seksi (kasi) pemerintahan kelurahan Danga saat ditemui watawan Fakta Hukum NTT (Senin, 27/04/2020). Foto : istimewah-Pfb

Yohanes Lado, kepala seksi (kasi) pemerintahan kelurahan Danga, mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan (IN), sudah sepenuhnya diserahkan kepada Polres Negekeo.

Sebagai pemerintah pemerintah Yohanes tidak memihak ke pihak manapun dan berharap agar Polres Nagekeo bisa menegakkan hukum setegak-tegaknya dan lembaga Bimbingan Masyrakat (Bimas) Polres Negekeo diharapkan untuk Pro aktif mensosialisasikan keamanan dan ketertiban Masyarakat (kamtibmas) kepada Masyarakat agar mampu menumbuhkan kesadaran hukum.

“Jadi jika tingkat kesadaran masyrakat tinggi akan hukum maka ruang untuk kriminal, ruang untuk melakukan pelanggaran hukum itu kecil, itulah harapan kita” Pungkas Yohanes Lado, senen 27 april 2020 ketika dijumpai Fakta Hukum NTT. (Pfb)

Baca Juga :  Firli Bahuri ; Meski COVID-19 Sedang Mewabah, KPK Tetap Terus Meningkatkan Performansi
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment