Petani Minta Kejelasan Informasi Penutupan Air

Dibaca 208 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO

Simpang siur informasi penutupan air meresahkan masyrakat petani pengolah sawah. Informasi yang tidak menentu soal penutupan air membuat para petani dilema dalam mengolah sawah, pasalnya surat edaran bupati Nagekeo kepada seluruh ketua Perkumpulan Petani Pemakai air (P3A) yang kemudian diteruskan kepada seluruh anggotanya bahwa tanggal 31 januari lalu merupakan waktu terakhir pengolahan sawah atau tutup tanam karena dibulan mei 2020 akan beralih pola tanam menuju tanaman palawija, sedangkan ditengah setuasi pendemic Corona atau covid – 19, beredar kabar bahwa jadwal penutupan air di batalkan bupati Nagekeo, namun informasi ini tidak disertai surat resmi dari pejabat yang berwenang.

Baca Juga :  VBL : Kita Tidak Butuh Superman, Yang Dibutuhkan Adalah Supertim

Menanggapi informasi yang tidak menentu perihal penutupan air Heronimus Djo pengurus P3A KM II1kiri, saat di jumpai fakta hukum Ntt pada hari Rabu 15 april 2020, meminta agar pemerintah kabupaten Nagekeo melalui Dinas pertanian kabupaten Nagekeo segera memperjelas informasi penutupan air kepada para petani.

“Soal informasi penutupan air masih belum jelas, kemarin sudah ada surat edaran Bupati Nagekeo kalau bulan mei ini tutup air, tapi sekarang kami dengar bilang tidak jadi lagi karena Corona, kami minta supaya pemerintah kabupaten Nagekeo, segera perjelas informasi ini, kalau memang tidak jadi segera kasih keluar surat ke P3A, supaya kami juga tau” demikian ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Instruksikan Usut Tuntas Kasus Penusukan MenkoPolhukam

Lebih lanjut Heronimus menjelaskan bahwa simpang siur informasi penutupan air merugikan para petani, karena beberapa petani terpaksa bertahan dengan memelihara anakan padi, karena larangan pengolahan tanah oleh pengurus P3A. Setuasi ini juga dinilai memicu konflik antara vertikal antara angota P3A dan pengurusnya.

“Kondisi ini merugikan para petani karena beberapa petani terpaksa bertahan dengan lao (anakan padi). Mereka mau olah lagi dari P3A larang. Setuasi ini juga bisa jadi masalah antara kami pengurus dengan anggota P3A” keluh Heronimus.

Baca Juga :  Bupati Kampar Wajib Tolak Perijinan Perkebunan PT Langgam Harmuni

Heronimus Menegaskan agar pejabat yang berwenang segera memperjelas informasi penutupan air, setidaknya mengeluarkan surat resmi ke setiap ketua P3A.(pvb)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment