Polda Jatim Bongkar Praktek Layanan Threesome Suami Jual Istri

Dibaca 382 kali

Faktahukumntt.com., Pasuruhan, (Jatim) – Unit Ditreskrimun Polda Jawa Timur bongkar kegiatan layanan Three some seorang isteri yang ditawarkan oleh suaminya sendiri demi memenuhi kebutuhan hidup dan membayar hutang.

NH (23) merupakan warga Dusun Dolok, Plumpang, Tuban menawarkan PR (20) isterinya untuk layanan bertiga (threesome) dan bertukar pasangan (swinger) melalui media sosial twitter.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Praktik threesome yang dilakukan pasangan tersebut berhasil digerebek polisi di sebuah villa di Desa Pecalukan Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan 01 Juli 2019.[sc name=”BACA JUGA” ]

“Di villa tersebut NH dan PR sedang melayani threesome dengan seorang pria berinisal BS,” kata Kasubdit Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Timur, AKBP Leonard Sinambela, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga :  Parah, Diduga Lakukan Illegal Logging, PT Unggul Lestari Dinilai Rugikan Negara Rp 1 Triliun Lebih

Praktik threesome ditawarkan NH melalui media sosial Twitter dengan harga Rp 1,5 juta dengan durasi 1 jam.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Kepada polisi, NH mengaku sudah 4 kali menggelar praktik threesome di lokasi yang berbeda. NH menyebut, hasil dari threesome dibuat untuk kebutuhan keluarga dan membayar utang setelah beberapa bulan lalu isterinya melahirkan dengan cara operasi sesar.

“Tarifnya variasi, yang terakhir kita ungkap Rp 1,5 juta ya. Sekali permainan itu. Pengakuannya tiga kali, ini yang keempat. Tapi ini pengakuannya dia. Barang bukti HP-nya juga minggu ini sudah ada deal mau swinger juga,” kata Leo.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Baca Juga :  Pembakaran Bendera HTI, Ini Pernyataan Lengkap Menko Polhukam

NH menolak disebut memaksa isterinya untuk melayani pria lain dengan membuka layanan threesome.

“Ini sudah kesepakatan kami berdua,” terang NH.

Saat ini, NH diancam Pasal 269 KUHP tentang tindak pidana dengan sengaja mengadakan, atau memudahkan cabul dengan orang lain, dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara, dan sementara diamankan.[sc name=”Iklan Artikel” ]

NH juga diancam Pasal 506 KUHP tentang tindak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman satu tahun penjara. (**AL)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment