Polda NTT segera Ambil Ali Kasus KSDA Wae Wu’ul Labuan Bajo

Dibaca 678 kali Reporter : Serilus L. verified

Ketua Formata Vinsensius Supriadi.

LABUAN BAJO, faktahukumntt.com – 8 Agustus 2022

Forum Antia Mafia Tanah (Formata) mendesak Polda NTT untuk segera ambil alih penanganan kasus dugaan pencaplokan dan pengrusakan puluhan hektar lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berlokasi di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Hal tersebut disampaikan koordinator Formata Vinsensius Supriadi pada Minggu, 07 Agustus 2022 di Labuan Bajo.

Ia menjelaskan bahwa kasus ini mandek penanganannya diduga ada peran pejabat elit yang ikut terlibat. “Tapi sampai hari ini Polres Manggarai Barat belum ada penetapan tersangka. Saya menduga ada orang besar yang ikut terlibat dalam kasus KSDA Wae Wu’ul,” ujarnya.

Lanjut Sensi, menjelaskan bahwa kasus ini sesungguhnya telah memeriksa 19 saksi. Dimana para saksi ini mulai dari Kepala Desa Macang Tanggar Jamaludin, Tu’a Golo Lemes Hapi, penjual Muhamad Suud dan dkk, pembeli SC, penghubung atau Calo Frans Samur dan Vinsen Taso, Mantan Camat Komodo Imran, 2 orang pegawai BPN Mabar, 2 orang pegawai dari BKSDA, dan beberapa saksi.

Baca Juga :  Ruas Jalan Kabupaten, Warundari-Lowoluku Kecamatan Lepembusu Kelisoke Ende Rusak Parah

“Anehnya, meski saksi ini sudah diperiksa bahkan penyelidikannya sudah rampung namun belum ada penetapan tersangka. Ia menduga ada yang kurang beres dalam penanganan kasus ini sehingga pihaknya mendesak Polda NTT untuk segera ambil alih kasus ini. “Formata mendasak kapolda NTT untuk segera ambil alih kasus dugaan pencaplokan lahan KSDA War Wu’ul,” ujarnya.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment