Polres Nagekeo Olah TKP Terkait Dugaan Tindakan Pidana yang Melibatkan Oknum DPRD Nagekeo.

Dibaca 686 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,
Kepolisian Resort (Polres) Nagekeo, menggelar kegiatan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada senin, (09/11/2020) bertempat di lahan Milik bapak Mateus Bai, yang beralamat di desa Wolowea, kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang telah dikabarkan Media Faktahukumntt.com sebelumnya, Mateus Bai adalah oknum yang menjadi korban tindakan pidana penjarahan dan pengerusakan lahan yang disertai ancaman oleh “MM” dan “TE” diduga didalangi oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nagekeo, Fraksi Gerindara berinisial “WS”.

Baca Juga :  26 Paslon Kepala Daerah Berhasil Tes Narkoba Satu Paslon Ditunda

Pihak keluarga Meus Bai kepada Media Faktahukumntt.com, memberikan keterangan bahwa sebanyak tujuh orang personil kepolisian telah meninjau secara langsung TKP pada senen (09/11) siang.

“Tadi ada 7 orang polisi, ke lokasi, mereka ada suruh pihak sebelah bongkar kembali ranting-ranting yang mereka taruh depan pondok” Terang Yolenta pihak keluarga ketika dihubungi media faktahukumntt.com.

Pihak keluarga berharap agar Kepolisian Resort Nagekeo, segera melakukan tahapan penyelesaian perkara sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku sehingga persoalan tersebut segera diselesaikan.

Kapolres Nagekeo, melalui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, SH, ketika dikonfirmasi media faktahukumntt.com menerangkan bahwa olah TKP merupakan prosedur hukum yang lazim terjadi dalam penyelesaian perkara.

Baca Juga :  Polri Akan Mengamankan Proses  Pembangunan Waduk Lambo, Semua Pihak Diminta Tahan Diri

Normatif bang,,tidak ada yang super bang,,,ya olah TKP bang,,tidak ada hal yang luar biasa abang Biasa saja lah namnaya juga OLAH TKP Bang” Tulis Kasad Reskrim Polres Nagekeo dalam pesan whatsapp pada senin (09/11) malam.

Dikutip dari Hukum Online.com, mengacu pada Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana (“Perkapolri 14/2012”).

Berdasarkan Pasal 12 ayat (1) Perkapolri 14/2012, Pengolahan TKP merupakan salah satu tahap tindakan penyelidikan.

Adapun kegiatan-kegiatan dalam pengolahan TKP itu meliputi (Pasal 24 huruf a Perkapolri 14/2012):

Baca Juga :  Soal Bohong, EFEK ELEKTORAL, dan Sisi Hukum Kisah Ratna Sarumpaet

1. mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, dan saksi/korban untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya;

2.mencari hubungan antara saksi/korban, tersangka, dan barang bukti; dan

3. memperoleh gambaran modus operandi tindak pidana yang terjadi.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment