Polres Sumba Barat Bermain Mata Dengan DPO

Dibaca 514 kali Reporter : Kris Poto verified

gbr.Ilustrasi by google

FHI-NTT, Diduga Permainan antara Kapolres Sumba Barat dan 4 (empat) DPO yang sampai dengan saat ini di biarkan berkeliaran namun telah di tetapkan menjadi tersangka, sedangkan 4 (empat) orang lainnya sudah di kurung oleh pengadilan tinggi kupang dengan kurungan badan masing-masing 15 tahun penjara.

Kasus pembunuhan pasangan suami istri yang terjadi di Desa Cendana kampung Walutana, Kecamatan Mamboro, Kab-Sumba Tengah-NTT pada tanggal, 08 Mei 2014 atas nama Alm. Petrus Doli Umbu Lodong dan istrinya Adriana Dada Gole yang di tangani oleh penyidik Polres Sumba Barat Sektor Mamboro Kanit Reskrim Brigpol Sifrid Natonis, berdasarkan BAP laporan Polisi Nomor : LP/PID/V/2014/RES SUMBA BARAT/SEKTOR MAMBORO,pada tanggal, 09 Mei 2014 dengan nama-nama tersangka sebagai berikut : Ferdinandus Tena Mbolo Als Ferdi, Bili Sida Als Umbu Sida Als Bapak Umbu, Bula Ubu Rei Als Ubu Rei, Siwa Jurmana Als Bapak Eman, Andreas Ngila Bili Als Ama Riu Als Ngila Ama Riwu, (DPO), Lukas Lepa Baiyo Als Bapak Isda (DPO), Anderas Talo Pige Als Bapak Yeni (DPO),Yohanis Ana Gasa Als Ama Reta (DPO).

Baca Juga :  Saya Sudah Memohon Sampai Menangis Jangan Ganggu Istri Saya, Tapi Tak Digubris

“Setelah diketahui secara jelas keterkaitan para DPO yang dimaksud dalam perkara tersebut, kami keluarga belum melakukan upaya pengaduan, sebab kami berpikir hal ini adalah kewenangan penyidik dan kemungkinan mereka akan diproses menyusul setelah 4 (empat) tersangka di putuskan, namun sampai dengan saat ini kami melihat ada kejanggalan sebab empat tersangka yang sudah ditetapkan oleh pihak polres masih berkeliaran di kampung halaman kami”, ungkap Eman (Kuasa Hukum).

Saat ditemui oleh tim FHI, Keluarga korban menuturkan kepada awak FHI bahwa sangat disayangkan tersangka yang di tetapkan sebanyak 8 (delapan) orang namun dipenjarakan hanya 4 (empat) orang, sedangkan 4 (empat) tersangka lainya dibiarkan berkeliaran dan tidak ada tindak lanjut dari pihak polres sehingga kami mencurigai adanya permainan di pihak polres Sumbar Barat, Provinsi NTT dengan DPO, alasan ini diungkapkan karena tersangka sampai dengan hari ini masih berkeliaran di kampung.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment