Penulis : Josse

KEFAMENANU, faktahukumntt.com – 15 Desember 2022

Polres TTU dinilai tidak serius dalam proses penanganan dugaan kekerasan anak di bawah umur. Hal ini disampaikan langsung oleh Petronela Suan, Pelapor dugaan kekerasan anak di bawah umur, warga Kecamatan Miomafo Barat

Pelapor dugaan kekerasan anak di bawah umur, kepada media ini dikefamenanu, Kamis 15 Desember 2022, mengungkapkan  kekesalannya atas tindak lanjut laporan kekerasan terhadap anak Dibawah umur tertanggal 16 November 2022 dengan laporan Polisi: STPL/370/2022/POLDA NTT/RES TTU dugaan kekerasan Psikis anak di bawah umur atas nama AS dan adiknya yang masih berstatus anak di bawah umur.

Lanjutnya, laporan ini sudah saya ajukan ke pihak kepolisian atas pengaduan perlakuan tidak wajar kepada korban yang masih berstatus anak di bawah umur, sebagai tanta untuk kedua korban Ade dan Aldi yang mengalami kekerasan dan berlangsung hingga dua tahun terakhir.

Petronela merupakan Tanta dari kedua korban tersebut, mengatakan sudah berulang kali menerima pengaduan dari kedua korban lewat Facebook, WA dan telepon seluler atas tindakan yang di lakukan oleh terlapor atas nama Rosina Tameon, nenek korban”.