Proyek PAMSIMAS Mubasir, Warga Dusun Kabal Kabupaten SIKKA Menderita Kekeringan Sejak Tahun 2017

Dibaca 481 kali

Pipa Pipa PAMSIMAS Mubasir lokasi dusun Kabal Desa Wailamun Kecamatan Talibura kabupaten Sikka. Foto: Wyliam-FH.NTT

FaktahukumNTT.com, MAUMERE

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan PAMSIMAS, merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Pipa Pipa PAMSIMAS Mubasir lokasi dusun Kabal Desa Wailamun Kecamatan Talibura kabupaten Sikka. Foto: Wyliam-FH.NTT

Tujuan program Pamsimas adalah untuk meningkatkan akses layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan khususnya masyarakat di desa tertinggal dan masyarakat di pinggiran kota (peri-urban) namun faktanya berbaik arah bukannya meningkatkan layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di pedesaan tapi malah menambah daftar panjang kesengsaraan pada masyarakat, kali ini yang jadi korban adalah masyarakat dusun Kabal Desa Wailamun Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka Propinsi NTT.

Proyek instalasi pipa air minum yang dikerjakan sejak tahun 2017 itu kini tidak membuahkan hasil bahkan macet total sehingga membuat masyarakat dusun Kabal harus mengambil air minum di desa nangahale dengan menggunakan perahu motor.sementara itu total jumlah kelurga di desa wailamun dusun kabal berjumlah 50 Rumah tangga yang selama ini menderita dengan air minum bersih.

Baca Juga :  Tujuh Pelaku Judi Togel Dibekuk Satreskrim Polresta Barelang

Markus Muksim menjelaskan bahwa selama ini sejak tahun 2017 proyek instalasi pipa air minum PAMSIMAS tidak berfungsi sehingga untuk mendapatkan air minum bersih mereka rela dengan menggunakan perahu motor mengambil air minum di desa nangahale pasalnya di desa mereka sangat menderita akibat kesultanan air minum bersih.

“Terpaksa kami Masyakarat kabal mengambil air minum bersih dengan perahu motor di desa nangahale karena kami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. itu pun kalau ada yang punya uang untuk isi bahan bakar baru kami bisa pergi. Sejak dari awal proyek ini tidak berfungsi”. Tegas Markus.

Hal senada juga disampaikan Supriadi warga dusun Kabal Kamis (06/08/2020) melalui pesan singkat via WhatsApp kepada media Faktahukumntt.com Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa terharu dengan proyek PAMSIMAS sejak tahun 2017 karena sebelumnya mereka menderita kekeringan karena tidak mendapatkan air bersih bahkan sampai sekarang hanya pipa pipa yang bertengger di pinggir jalan sehingga dengan kondisi ini terpaksa untuk mendapatkan air bersih mereka rela dengan menggunakan perahu motor mengambil air minum di desa nangahale.

Baca Juga :  26 Paslon Kepala Daerah Berhasil Tes Narkoba Satu Paslon Ditunda

“sampai sekarang hanya pipa pipa yang bertengger di pinggir jalan sehingga dengan kondisi ini terpaksa untuk mendapatkan air bersih kami rela dengan menggunakan perahu motor mengambil air minum di desa nangahale”. tegas Supriadi. (Wyliam ch)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment