Proyek Tidak Tepat Waktu, Kadis: Penyedia Dapat Sanksi

Dibaca 461 kali Reporter : Petrus verified

Nagekeo, Faktahukumntt.com – (17/01/2021), Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Nagekeo, Anselmus Mere mengugkapkan bahwa Sejumlah proyek di lingkup pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Nagekeo, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Tahun anggaran 2020 diketahui molor dan belum tuntas pekerjaannya hingga awal tahun 2021.

Hal tersebut di diungkapkan Anselmus di ruang kerjanya pada kamis, (14/01/2020) ketika dikonfirmasi terkait keterlambatan pengerjaan Resevoir air bersih yang berlokasi di desa Tonggurambang, kecamatan Aesesa.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, pekerjaan Resevoir Tonggurambang dengan nomor kontrak 690/DPUPR-NGK/PPK-CK.AB.DAU/3.b/VIII/2020 dan alokasi dana Sebesar Rp. 1.051.529.900 (Satu Miliar limapuluh satu juta, limaratus, duapuluh sembilan ribu, sembilan ratus rupiah) yang seharusnya telah selesai pada bulan Desember  2020 lalu karena tanggal kontrak sejak 21 Agustus 2020 dengan waktu pelaksanaan sebanyak 120 hari kerja, namun hingga kini proyek tersebut tak kunjung selesai.

Menurut Sekdis PUPR, pihaknya telah memberikan peringatan terhadap penyedia agar sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan tersebut karena secara regulasi penyedia akan membayar denda akibat keterlambatan pekerjaan tersebut.

Baca Juga :  Warga Sulit Padamkan Api, Puluhan Rumah Adat Di Lembata Ludes Dilahap Si Jago Merah
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment