PT Rimba Mas dan Bank NTT Sepakat Melakukan Mediasi

Dibaca 690 kali

Faktahukumntt.com-Kupang, Perkara gugatan pemblokiran oleh pihak Bank NTT terhadap nasabah atas nama Boby Hartono Tantoyo, SH Rabu (20/03/19) pada pengadilan Negeri Kupang. Perseteruan kedua belah pihak berakhir dengan adanya persetujuan mediasi.

Menanggapi kesepakatan mediasi kuasa hukum penggugat, Lesley Anderson Lay, SH mengatakan pihaknya sebagai penggugat menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap Bank NTT. Dalam mana dengan mediasi berpeluang besar penyelesaian masalah ini dengan baik.

Selanjutnya, Lesly menjelaskan penyebab terjadinya gugatan oleh Boby yang tidak lain adalah direktur PT Rimba Mas Indah terhadap PT. Bank NTT karena adanya tindakan pemblokiran yang dilakukan oleh Bank NTT cabang Sabu terhadap Rekening Giro milik perusahaan Rimba Mas Indah.

Baca Juga :  Kejaksaan Tinggi Papua Barat Berkedudukan di Manokwari

Dimana dalam rekening tersebut terdapat sejumlah uang Rp. 1,8 miliar lebih. Uang tersebut adalah bagian dari pembayaran pekerjaan jalan Yang dilakukan oleh PT Rimba Mas Indah.

Berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan pada dokumen transaksi yang ada pada rekening Koran menunjukkan bahwa ada pendebetan sejumlah uang 1,8 miliar lebih.

Terjadinya debet sesuai rekening koran terbaca yakni  untuk pelunasan kredit pekerjaan pembangunan gudang penampungan garam.

Persoalan  terjadi dimana Bank NTT justru menggunakan alasan kredit pembangunan gudang penampungan Garam untuk melakukan pemblokiran rekening Giro dan sekaligus melakukan debet terhadap uang yang sumbernya dari pekerjaan lain (pembangunan jalan).

Baca Juga :  Menkominfo: Facebook Paling Rendah Penuhi Permintaan Blokir Konten Hoaks

Menurut Lesly tindakan yang diambil oleh Bank NTT sangat keliru dan tidak dibenarkan. Maka dengan alasan tersebut pihaknya melakukan gugatan terhadap Bank NTT.

“pemblokiran hanya boleh dilakukan oleh aparat penegak hukum, itu apabila PT Rimba Mas melakukan pelanggaran hukum, misalkan Korupsi”, tegas Lesly

Dilain pihak pemblokiran yang dilakukan telah menyalahi peraturan dari Bank Indonesia. Sebab sebelum memberikan pinjaman Kredit kedua pihak telah melalui kesepakatan dan didasari oleh aturan perbankan.

Jadi tidak dibenarkan melakukan pemblokiran terhadap sumber dana yang tidak ada hubungan dengan kredit yang lain tanpa ada Perjanjian atau kesepakatan terlebih dahulu”, kata Lesly

Baca Juga :  Otoritas bandara Frans Seda Maumere Sidak Masker Di Area Pintu Masuk Bandara

Untuk proses pemeriksaan mediasi akan berlangsung pada tanggal 28 Maret 2019. Dengan harapan masing-masing pihak membawa serta draft perdamaian guna dipertimbangkan oleh para pihak sebelum diterbitkan akta perdamaian. (Jeck Rajo)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment