Saya Sudah Memohon Sampai Menangis Jangan Ganggu Istri Saya, Tapi Tak Digubris

Dibaca 143 kali

Faktahukumntt.com – PALEMBANG

Tenaga honorer yang bekerja di Badan Pengawasan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Sumatera Selatan bernama Pramos alias Amos nekat membunuh Ahmad Yoga Maydiko, teman kantornya sesama tenaga honorer.

Pelaku berusia 41 tahun itu mengaku kesal lantaran korban kerap menggoda istrinya. Diketahui, sang istri bekerja satu kantor dengan suaminya dan juga korban.

Amos menuturkan pembunuhan yang dilakukannya merupakan puncak kekesalannya kepada korban.

Selain istrinya kerap digoda ketika berada di kantor, belakangan korban juga kerap mengirimkan gambar porno. Gambar tak senonoh itu dikirim melalui ponsel lewat aplikasi perpesanan.

Amos yang dihadirkan polisi saat jumpa pers, mengatakan dirinya marah besar ketika korban mengirimkan gambar porno ke ponsel istrinya.

Baca Juga :  Maksud Hati Berindehoi dengan PSK di Hotel,  Kaget yang Datang Istrinya, Berujung Cekcok 

Selama ini, Amos tak tinggal diam melihat tingkah laku temannya itu. Ia pun mengaku sudah menegur korban untuk tidak lagi menggoda istrinya.

Bahkan Amos sampai memohon kepada pelaku. Namun, permohonan tersebut tak digubris.

“Saya sudah memohon sambil menangis jangan mengganggu istri saya. Tapi tetap dia lakukan,” kata Amos di Palembang pada Selasa (21/4/2020).

Amos mengaku, istrinya sudah digoda pelaku sejak Desember 2019. Itu dilakukan baik secara langsung saat berada di kantor maupun melalui pesan Whatsapp. Selain itu, ia pun mencoba menegur korban secara baik-baik agar menjauhi istrinya.

Baca Juga :  Panglima TNI Tinjau Korban Banjir Konawe Utara

“Lalu korban bilang susah menjauhi istri saya karena satu kantor,” ujar pelaku.

Usaha pelaku untuk menegur secara baik-baik pun akhirnya habis kesabaran. Pada suatu siang sekitar pukul 11.00 WIB, Amos memilih pulang ke rumah untuk mengambil sebilah pisau. Lalu pada pukul 12.00 WIB, ia kembali ke kantor menemui korban.

Tanpa basa-basi, Amos pun langsung menghujami korban dengan empat tusukan hingga akhirnya tewas di tempat. Amos mengaku melakukan pembunuhan tersebut ketika kantor sepi.

“Setelah itu saya langsung menyerahkan diri ke kantor Polisi,” kata Amos.

Kapolsek Ilir Timur I, Kompol Deni Triana, mengatakan motif pembunuhan tersebut karena cemburu. Pelaku kesal korban sering menggoda istrinya. Terlebih setelah mendapati istrinya dikirimkan gambar porno oleh korban, pelaku sangat emosi.

Baca Juga :  Kemen PPPA Apresiasi Polda Metro Jaya Sukses Ungkap Kasus Ekploitasi terhadap 305 Anak 

“Tersangka kesal, karena sudah berupaya dua kali minta maaf agar korban menjauhi istrinya, tapi tetap digoda. Sehingga tersangka merencanakan membunuh korban,” kata Deni.

Deni menerangkan, dari hasil pemeriksaan visum korban meninggal karena mengalami empat tusukan dari tersangka.

“Sebelum melancarkan aksinya, tersangka mengintai korban dengan mengawasi drei CCTV kantor. Saat kantor dalam keadaan sepi, tersangka langsung menusuk korban,” kata Deni.

Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat Amos dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan. (Sumber: Kompastv)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment