Siswi SMP Korban Pemerkosaan Tolak 1 M untuk Cabut Berkas LP

Dibaca 323 kali

Faktahukumntt.com, GRESIK-JATIM

Siswi SMP di Gresik, Jawa Timur, berinisial MD, ditawari uang sebanyak Rp 1 Miliar. Uang tersebut ditawarkan oleh NH, anggota DPRD Gresik yang merupakan politisi Partai NasDem.

Diakui NH, uang tersebut akan diberikannya jika keluarga MD mencabut laporan atas kasus pemerkosaan yang terjadi beberapa bulan lalu.

Pemerkosaan dilakukan oleh SG (51) kepada MD di sebuah kandang ayam hingga siswi tersebut kini hamil 7 bulan.

Dikutip dari Surya.co.id, sebelumnya pihak pelaku sempat akan memberikan uang Rp 500 juta sebagai suap.

Namun karena tak mempan, awal Mei kemarin NH datang ke kediaman keluarga MD untuk menyampaikan bahwa pelaku menambah uang sogokan hingga dua kali lipat.

Yakni sebanyak Rp 1 Miliar yang diketahui bersumber dari uang warisan keluarga pelaku.

NH adalah teman pelaku pemerkosa MD
NH mengaku dirinya bukan merupakan anggota keluarga pelaku melainkan hanya seorang kawan.

Baca Juga :  Peduli Sosial, Kapolres Palopo berikan bantuan terhadap warganya yang kurang mampu

Kehadirannya ke rumah korban adalah untuk membantu pelaku yang berupaya menyelesaikan kasus pemerkosaan tersebut secara kekeluargaan.

Harapannya, dengan nominal uang yang fantastis tersebut, korban akan mencabut laporan yang telah diserahkan pada Polres Gresik.

Dikonfirmasi oleh adik korban, C, NH memang datang ke kediaman keluarganya.
“Pak NH ke rumah saya sendiri menemui ibu. Malah dinaikkan Rp 1 miliar kalo ibu mau, katanya adik saya akan diajak ke notaris,” jelas C pada Surya.co.id, Senin (11/5/2020).

“Katanya uang itu dari pelaku tapi lewat Pak NH. Niatnya memberi solusi, bilangnya gitu, sih” imbuhnya.

Usaha pelaku menyuap keluarga korban sia-sia

Dikatakan C, NH sebelumnya mengatakan siap membantu uang Rp. 500 juta kepada keluarganya untuk membangun rumah.

Hal tersebut berdasarkan kondisi rumah kontrakan keluarga MD yang memprihatinkan.

Namun, seperti yang dikatakan C, tawaran tersebut ditolak. Keluarga MD bersikeras untuk mempertahankan laporan kasus pemerkosaan agar segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Fakultas Hukum UNWIRA Bedah UU Omnibus law Cipta Kerja

Sehingga pupus harapan kasus pemerkosaan tersebut dicabut perkaranya dan usaha pelaku agar bebas dari jerat hukum gagal sia-sia.

Saat dikonfirmasi terpisah oleh awak media, NH tidak menampik adanya pertemuan dirinya dengan ibu korban.

Hal itu dilakukan atas inisiatif dirinya sendiri karena baginya solusi kekeluargaan diklaim lebih bijaksana daripada menyelesaikan masalah pemerkosaan di hadapan hukum.

”Semua ini karena bentuk keprihatinan saya terhadap keluarga korban MD supaya punya rumah sendiri dan bayinya punya masa depan,” tutur NH.

“Saya lancang sendiri, tidak disuruh tersangka untuk menjanjikan seperti itu,” lanjutnya.

Katena tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan, NH belum menyampaikan keputusan keluarga MD kepada pelaku

“Karena keluarga korban tidak setuju, saya juga tidak jadi menyampaikan ke keluarga tersangka,” terang NH.

Meski demikian, NH mengaku menghormati proses yang berjalan dan tidak ingin ikut campur. Bahkan dikatakan NH, saat ini dirinya sudah tidak ada lagi komunikasi kedua belah pihak.

Baca Juga :  Aset BUMN Mengalami Penurunan, JPMI Minta KPK Jangan Diam

“Kami pun tidak pernah menghalangi proses hukum yang berjalan atau lakukan lobi-lobi dengan pihak berwajib terkait masalah ini,” jelas NH.

“Itulah penjelasan yang bisa saya berikan dan terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman media juga publik,” imbuhnya.

NH menambahkan peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi warga Gresik. “Hal seperti ini secara tidak langsung bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua,” paparnya.

Diketahui, NH dengan SG atau pelaku tidak memiliki hubungan saudara.

Terkait uang damai sebesar Rp. 1 Miliar tersebut bukanlah uang pribadinya,
Melainkan uang warisan terduga pelaku.

NH mengatakan dalam kasus ini dirinya hanya berlaku sebagai wakil rakyat untuk membantu menyelesaikan kasus ini secara damai (sumber: Surya.co.id)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment