Tak Ada Susi, Kapal-kapal Asing Semakin Berani Berkeliaran di Perairan Natuna

Dibaca 179 kali

Faktahukumntt.com – Kabupaten Natuna, Kepri

[dropcap]K[/dropcap]apal-kapal asing semakin berani berkeliaran di Perairan Natuna pasca perpindahan kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan dari Susi Pudjiastuti dengan Edhy Prabowo. Kapal-kapal ini melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

Setelah sebelumnya kapal dari Vietnam dan Tailand telah masuk ke Perairan Natuna, saat ini kapal-kapal dari China juga mulai berani Masuk ke Wilah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Masuknya kapal-kapal China ini lebih berani jika dibandingkan dengan kapal-kapal Vietnam dan Thailand. Kapal Vietnam dan Thailand masuk ke wilayah Indonesia dengan jarak puluhan mil dari tepi pantai. Sedangkan kapal China berani lebih dekat lagi dan membuat perlawanan dengan kapal Indonesia dengan memepet hingga menabrak nelayan Indonesia.

Baca Juga :  At Value-Focused Hotels, the Free Breakfast Gets Bigger

Organisasi Pemuda Perbatasan yang diprakarsai oleh Komine Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Natuna yang terdiri dari unsur masyarakat nelayan pun mengecam hadirnya nelayan asing di Natuna tersebut.

“Terakhir sebelum Nelayan China yang dikawal oleh coast Guard China viral, nelayan dengan bendara Vietnam sudah ditangkap, ” Kata Haryadi kepada Liputan6.com, Selasa (7/1/2020).

Ia menyebutkan, memang Nelayan China belum masuk ke lantai Natuna melainkan hanya sebatas berada di Zona Ekonomi Indonesia. Namun keberadaan mereka sudah sangat menganggu.

Baca Juga :  Jasa Raharja Cabang NTT Gelar Sosialisasi di SMKN-7 Kupang

“Kami sebagai Pemuda Perbatasan mendukung pemerintah dan siapapun yang berani dan tegas mengusir nelayan-nelayan asing yang berkeliaran mencuri kekayaan laut Natuna,” lanjut hariyadi.

Para Pemuda Perbatasan pun mendeklarasikan diri untuk bersatu mendukung pengusiran kapal-kapal asing yang mencuri kekayaan laut Natuna. (NL)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment