Ulah Proyek Baba Ho’i, Kris Dua Panggil PPK Bina Marga

Dibaca 184 kali

Nagekeo (faktahukumntt.com), Kepala Bidang Bina Marga, di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nagekeo, Primus Nuwa, jum’at kemarin mendarat di kantor kantor DPRD Nagekeo. Dia dipanggil Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kristianus Du’a Wea dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terhadap proyek peningkatan jalan dalam Kota Boawae dengan nilai hampir mencapai Rp.5 Miliar.

Bertempat diruang kerjanya, Wakil Rakyat asal daerah pemilihan III Boawae itu terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Nada suaranya sedikit meninggi, raut wajahnya juga terlihat mengkerut.

Gestur aneh Kris Du’a itu rupanya terkait salah satu item minor dari program pembangunan jalan dan jembatan berupa pekerjaan peningkatan jalan dalam kota Boawae senilai Rp. 4.98 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2018. Pekerjaan itu digarap oleh PT. Pesona Permai Indah milik Baba Ho’i dengan konsultan pengawas dari CV. Sains Grup. Item minor yang dimaksud Kris Du’a yakni pengerjaan drainase sepanjang 1.500 meter (1,5 KM) yang masih dikerjakan secara manual tanpa bantuan alat pengaduk semen ( concrete mixer).

Padahal menurutnya, sesuai isi kontrak, pekerjaan itu seharusnya sudah menggunakan alat concrete mixer. Selain itu, yang juga tak kalah serius yang ikut disorotnya yakni debu dari material proyek yang menurutnya sangat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat disekitar lokasi proyek atau pengguna jalan lainnya.

Baca Juga :  Polda Jatim Obrak Pengunjung Bergerombol di Warkop

” Proyek miliaran seperti itu kok masih menggunakan tenaga manusia untuk mencampur beton? secara teknis itu memang wewenang Dinas. Saya tidak mau yang begitu. Kalau begini terus kapan mau selesai? Saya minta proyek ini benar-benar berjalan sesuai dengan kontrak dan bila perlu dipercepat namun tetap dengan mutu dan kualitas pekerjaan yang baik. Ingat, tetap dengan tepat mutu, tepat waktu, tepat manfaat” ungkap Kris Du’a.

Atas permintaan itu, Primus Nuwa yang ditemui secra terpisah membenarkan pernyataan Kris . Menurutnya, debu yang berasal dari material proyek merupakan hal yang biasa dalam setiap proyek. Meski begitu, dia akan menuruti permintaan Kris Du’a dengan memerintahkan pekerja untuk selalu meminimalisir dampak-dampak buruk lainya. Baginya, saran dari Kris Du’a merupakan hal yang lumrah karena tugasnya sebagai seorang Wakil Rakyat. Untuk itu, Primus akan terus berkomitmen dalam tugasnya sebagai PPK dengan terus mengawasi proyek itu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kupang : Bimtek itu soal SIPD Bukan Pedoman Penyusunan APBD 2021

” Intinya mau pake tangan atau mau pake apa yang penting speknya masuk dan pekerjaannya bisa dipertanggungjawabkan. Terkait permintaan percepatan pengerjaan proyek, saya mohon kita semua bisa memahami bahwa secara kontraktual proyek ini masih terus berjalan hingga 6 Desember mendatang, yang saya ragu setelah enam desember pekerjaan itu tidak selesai. Lalu terkait debu saya sebagai PPK akan perintahkan untuk mengurangi pencemaran udara seperti yang Pak Kris minta, dan memang harus selalu disirami air” papar Primus..
(patriOT).

Baca Juga :  Penetapan Peta Dan Wilayah Indikasi Hutan Adat Fase I
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment