Wagub NTT: Hidupkan Kinerja Dengan Kolaborasi

Dibaca 477 kali

FAKTAHUKUMNTT.COM, KUPANG_”Mari bekerja dengan saling menghidupkan kinerja, dengan koordinasi serta kolaborasi untuk mencapai sasaran.”_*

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, dalam sambutannya ketika membuka Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Air Bersih di Provinsi Nusa Tenggara Timur, bertempat di Hotel Neo Kupang, Hari ini Kamis (23/4).

“Dalam melayani masyarakat kita perlu menyatukan persepsi. Kita harus saling menghidupkan kinerja satu sama lain, dengan berkoordinasi dan kolaborasi untuk dapat mencapai sasaran kerja,” begitu jelas Josef.

“Harus juga bekerja dengan tujuan untuk mampu menghasilkan dampak positif. Intinya, rakyat bisa mendapatkan air. Jangan terbelenggu dengan aturan dan struktur yang ada. Kita langsung eksekusi, baik melalui air tangki atau pipa, agar masyarakat bisa menikmati. Bapak-Bapak dan ibu-ibu ini tugasnya sangat mulia, karena masyarakat membutuhkan air dan kita bersama bisa menghantarkan air kepada mereka. Bekerjalah melalui tahapan-tahapan kerjasama, upaya pemenuhan kebutuhan air bersih harus mencapai 100 persen,” ajak Josef.

Baca Juga :  After all is said and done, more is said than done

“Berbicara tentang air ini berarti ada dimensi idealis, yaitu air sangat penting. Tanpa air kita mati. Kita perlu bersyukur karena Presiden Jokowi sudah membangun tujuh bendungan di NTT. Belum lama ini, dia datang dan resmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu. Saya kemudian berbicara kepadanya, agar kalau boleh, dibangun 20 bendungan lagi di NTT,” begitu paparnya.

“Oleh sebab itu, bila kita lihat Presiden yang sudah terlebih dahulu bekerja, maka kita harus mampu melanjutkan apa yang sudah Presiden lakukan. Kita lanjutkan kepada masyarakat,” tambah Wakil Gubernur Josef.

Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Jokowi tentu sangat baik bagi masyarakat NTT. Besarnya perhatian Presiden RI itu bisa mengatasi masalah kekeringan di NTT.

Baca Juga :  Fransiskus Sukmaniara: PKN Hadir untuk Menjembatani Kehendak Rakyat

“Saya berharap, melalui rapat koordinasi ini, berbagai masalah air bersih bisa diatasi. Tahun depan, sudah harus ada laporan mengenai apa hasil dari rapat kali ini. Jadi, kita yang dari daerah atau kabupaten, jangan datang ikut rapat lalu pulang dan cuma lapor kegiatan. Tapi harus bekerja dengan solusi-solusi yang sudah ditemukan,” ungkapnya.

“Saya juga mau mengingatkan kepada bapak dan ibu sekalian, untuk jangan sekali-kali menggunakan cara yang kurang baik, seperti menjual air untuk kepentingan pribadi. Di dunia ini kita sudah diberikan berkat melalui tugas, maka laksanakan itu dengan hati. Kita juga mesti ingat, untuk tetap selalu memperhatikan kebersihan lingkungan dari sampah,” tambah Josef.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT, Rosye Hedwin Dopo dalam laporan panitia mengatakan, rapat koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan strategi percepatan penanganan layanan air bersih, terutama pada lokasi desa yang dikategorikan dalam ‘desa rawan air.’

Baca Juga :  Kementerian Pariwisata Dukung Penuh Pengembangan Pariwisata NTT

“Maksud dan tujuan rapat koordinasi ini diantaranya, sebagai wadah untuk mendiskusikan isu, permasalahan dan strategi percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih, bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk tahun 2018 hingga 2023. Memetakan capaian layanan air bersih di kabupaten dan kota di NTT, meningkatkan kinerja pelaksana penyelenggaraan, mendiskusikan isu dan permasalahan air bersih, strategi penanganan dan menetapkan target bersama,” demikian elas Rosye.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan mulai tanggal 23 sampai dengan 25 Mei 2019. Kegiatan yang berlangsung tiga hari itu dihadiri oleh 110 orang peserta dari 21 kabupaten dan kota.(sumber: Humas NTT)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment