Warga Mengeluh, Penimbunan Material Tutupi Saluran Irigasi KM24 Kanan Desa Marapokot.

Dibaca 537 kali

Faktahukumntt.com – Marapokot, NAGEKEO. 

Pembangunan jalan dua jalur, jalan tengah Danga – Marapokot, disoroti masyarakat desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pasalnya sejumlah Material yang digunakan untuk peningkatan jalan dua jalur tersebut dibiarkan menutupi saluran irigasi di Pintu Air KM24 Kanan.

Salah satu warga, Sedang membersihkan material yang tertumpah di saluran irigasi Pintu Air KM24 Kanan, pada jumat (13/10/2020)

Onggokan material tersebut menyebabkan aliran air pada pintu air KM24 kanan terhambat yang mengakibatkan masyarakat merasa kewalahan dalam mengairi sawah mereka.

Kekecewaan masyarakat terletak pada ketidak peduliaan penyedia material yang menggarap proyek tersebut.

Penyedia material tidak menggubriskan kondisi saluran yang ditutupi material, sedangkan kondisi tersebut disebabkan oleh kendaraan damtrek yang terjebak dilubang saluran irigasi KM24 kanan saat mengakut material urukan.

“Itu kemarin ada oto proyek yang poa urukan tertanam di itu deker, akhirnya mereka poa terus, sehingga dari hari senin air kebawah tidak bisa lewat, penuh dengan material” Ungkap warga yang di jumpai media faktahukumntt.com.

Baca Juga :  KPK Lakukan Monev Rencana Aksi Berantas Korupsi

Atas peristiwa tersebut, masyarakat setempat secara sukarela telah membersihkan material tersebut karena terdesak kebutuhan akan air untuk mengairi sawah mereka.

Masyarakat setempat berharap agar, Pemerintah dan penggarap proyek tersebut harus memiliki solusi konkrit akan hal tersebut, setidaknya memperbaiki plat Deker pada area tersbeut sebelum pekerjaan proyek pembangunan jalan 2 jalur dilanjutkan.

Jika tidak diperbaiki masyrakat kuatir, kondisi plat deker yang ambruk akan semakin parah  dan berdampak pada penyumbatan saluran irigasi di KM24 Kanan dan KM24 kiri dalam waktu yang lama sehingga berpengaruh pada debit air yang dibutuhkan masyrakat untuk mengairi sawahnya.

Baca Juga :  Sering Antar Sampel Swab, Pegawai BPBD Nagekeo Meninggal Dunia di Ruangan Isolasi RSD Aeramo

Berdasarkan pantauan media faktahukumntt.com, kondisi ambruknya plat deker tersebut diduga kuat dipicu oleh oleh kondisi plat deker yang sudah rapuh karena termakan usia yang mencapai puluhan tahun dan pada bagian lain telah menunjukkan kerusakan serius.

Kondisi Deker pada bagian lainnya, yang telah menunjukan gejala kerusakan serius kerena usianya yang mencapai puluhan tahun.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat yang dihimpun media ini, plat deker, box pembagi air dan saluran di Pintu air KM24 desa Marapokot, diperkirakan dikerjakan sejak tahun 1975 dan belum pernah direnovasi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabuapaten Nagekeo, ketika diwawancarai Media Faktahukumntt.com, pada jumat, (13/11/2020), Melalui Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Kabupaten Nagekeo, Antonius Mere,  menerangkan bahwa, Dinas PUPR akan berupaya mencarikan solusi untuk masalah tersebut.

Baca Juga :  Pengerajin Anyaman Bambu Desa Totomala, Minta Bantuan Dana Kepada Bupati Nagekeo

“Kita akan berupaya untuk mencarikan solusi, ini sdah jadi tanggungjawab kami, tapi semua ada mekanismenya, nanti kita upayakan, tapi untuk jangka pendek nanti kami minta penyedia untuk antisipasi pake balok atau apa, supaya mereka bisa lewat untuk lanjuti pekerjaan dan deker tidak jebol” ungkap Sekdis PUPR.

Berdasarkan keterangan dari Sekdis PUPR proyek yang sedang dilaksanakan tersebut digarap atas dasar sumbangan berbagai pihak, Sedangkan pihak dinas sekedar menanggung bahan bakar minyak (BBM).

Meski demikian proyek tersebut telah mendapat alokasi dana dari pemerintah daerah ( pemda) Nagekeo dan diperkirakan selesai pada tahun 2021 mendatang.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment