Akhir Oktober, 3 Orang dalam Sekampung Meninggal Dunia.

Dibaca 492 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,

Akhir oktober yang malang dan duka mendalam harus dialami warga kampung Lui, desa Wolotelu, kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada jumat, (30/10/2020) karena peristiwa kematian beruntun yang tidak disangkakan.

Kematian beruntun tersebut membuat warga kampung Lui merasa terpukul, pasalnya peristiwa kematian 3 orang kerabatnya Yohanes Ceme (26), Adrianus Jato (32), dan Yovita Medho (62) merupakan pensiunan bidan ini, terjadi berselang jam dalam sehari.

Dalam pantuan Media Faktahukumntt.com, Peristiwa duka lebih dirasakan warga kampung Lui di tenda duka Almarhum Yohanes Ceme, Pemuda yang terkenal santun, penurut dan berbudi baik, membuat warga kampung tidak sudi menahan air mata ketika menghantarnya menuju tempat peristirahatan  terakhirnya.

Baca Juga :  Merantau

Para keluarga, sahabat dan masyarakat kampung Lui nampak menangis histeris ketika jenasah almarhum Yohanes diusung untuk dimakamakam.

Almarhum Yohanes adalah anak kedua dari 7 bersaudara, merupakan sosok yang dapat dijadikan panutan bagi pemuda seusianya karena terkenal rajin dan ulet dalam membantu orang tuanya.

“Dia orangnya baik sekali dan rajin lagi, hanya dia anak pemuda, sudah ada kebun cengkeh yang dia tanam sendiri. Bapaknya tanam tidak jadi” ungkap salah satu warga ketika berada di tenda duka.

Menurut keterangan warga kampung Lui, Kejadian nahas yang berakibat pada kematian almarhum Yohanes, diduga bermula pada dua bulan lalu, ketika dirinya mengalami kecelakaan motor dan beliau merahasiakan kejadian tersebut dari keluarganya sehingga ia luput dari perhatian keluarga dan tidak dirawat lebih awal.

Baca Juga :  Covid-19 Nagekeo: Reaktif Rapid Test Bertambah, Positif corona Tersisa 1 Orang

Tidak berselang lama iapun sempat terkena benturan saat bermain bola takrow di kampungnya yang juga diduga memperparah penderitaan yang ia alami.

Setelah beliau mengaku sakit, Keluarga pun berupaya untuk melakukan pertolongan medis dengan membawakan nya berobat di puskesmas setempat, Rumah sakit Daerah Aeramo, hingga ke Rumah Sakit Umum Maumere.

Namun Tuhan berkehendak lain, Upaya keluarga untuk menyelamatkan nyawa almarhum dengan berbagai pengobatan gagal, sehingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya di ruang rawat RSD Aeramo, pada jumat (30/10/2020).

Baca Juga :  Update Informasi Corona,  P2T2 Bertambah, Keluarga dan Tetangga Tolong Awasi P2T2

Menurut pengakuan masyarakat, kematian beruntun 3 warga kampung Lui, Baru pertama kali terjadi dalam sejarah peradaban kampung Lui.

Meski demikian warga menganggap perisitiwa kematian tersebut adalah hal yang wajar karena ketiganya mengalami riwayat sakit yang kemudian berujung kematiannya.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment