Sosok Servolus Demoor, Putera Lembata Dibalik Keindahan Taman Kota Felix Fernandez Larantuka

Dibaca 626 kali Reporter : Yurgo Purab verified

Faktahukumntt.com, Flores Timur-NTT

Sosok Servolus Satel Demoor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Flores Timur, tak asing bagi sebagian orang di kota Reinha Larantuka.

Putera Atadei, Kabupaten Lembata itu adalah sosok pekerja keras.

Dibalik perawakannya yang tenang, Demoor merupakan sosok yang mampu bersinergi dengan pemerintah guna memperindah dan menggairahkan taman kota Felix Fernandez Larantuka menjadi ruang terbuka hijau yang berdaya secara ekonomi dan juga sosial.

Servulus Demoor, bukan Kadis yang biasa. Pernah dipercayakan sebagai kepala KPH Flotim dan Kabag Umum, menjadikan dirinya mampu menerapkan apa yang seharusnya dikedepankan dalam proses pembangunan.

Ia seorang kadis yang mampu menjalin kerja-kerja cerdas lintas sektor. Baik itu bersama Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Camat, Lurah dan orang muda karang taruna, guna mendukung taman kota sebagai ruang pemberdayaan.

Baca Juga :  Duka yang Mendalam atas Berpulangnya Ketua DPD Kamijo Karawang Dadang Aripudin ke Rahmatullah

“Jadi kita beri kesempatan kepada anak muda agar bisa berdampak pada ekonomi. Jadi bukan hanya soal ekologisnya tetapi dampak sosial,” ujarnya kepada Wartawan, Selasa 26 April 2022.

Servulus Demoor bilang, sebagai kepala dinas, ia terus mendukung visi misi bupati memajukan wilayah kabupaten Flores Timur. Meskipun, segala upaya belum berjalan maksimal. Tapi satu hal yang pasti, wajah taman kota Larantuka berubah dari hari ke hari.

Taman kota, kata Kadis Demoor, memiliki furniture yang menarik dan tempat duduk yang baik. Selain dilengkapi lampu taman, ekosistem yang dibangun dapat menarik para pelajar, mahasiswa hingga masyarakat lokal guna berpose dan bersantai ria sepanjang garis pantai.

Baca Juga :  Teater 'Pada Mulanya' Guncang Panggung Pesta Emas Sesado Hokeng

Selain itu, orang muda juga diberdayakan untuk mengelolah sampah di taman kota Felix Fernandez Larantuka.

Demoor berharap, taman kota saatnya menjadi pelecut roda perekonomian warga jika diberdayakan secara konsisten dan sungguh-sungguh.

Pria hitam manis berdarah Lembata itu, tak patah arang apalagi kehilangan kreativitas di tengah pagebluk covid-19. Ia malah semakin total bekerja secara sungguh-sungguh. Karena baginya, bekerja adalah jalan pengabdian. (**)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment