Bertemu Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Presiden Bahas Soal Revolusi Industri 4.0 hingga Vokasi

Dibaca 190 kali

Faktahukumntt.com, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Peter Altmaier, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 1 November 2018.

Dengan didampingi oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Presiden Joko Widodo berbincang dan bertukar pikiran dengan Altmaier soal revolusi industri 4.0. Sama halnya dengan Presiden, Altmaier juga berpandangan bahwa revolusi industri 4.0 dan perkembangan teknologi telah mengubah wajah dunia industri.

“Tadi _Minister_ Altmaier menyampaikan mungkin yang paling utama dari semua teknologi revolusi industri keempat itu _artificial intelligence_ (kecerdasan buatan). Menurut hemat beliau itu kreasi paling dahsyat sejak mesin uap 200 tahun yang lalu,” ujar Thomas Lembong selepas pertemuan.

Bahkan menurut Altmaier, kecerdasan buatan ke depannya akan memiliki dampak yang sama besarnya seperti saat dahulu listrik mengubah wajah industri.

Baca Juga :  CUITAN TWITTER PRESIDEN JOKO WIDODO KETIKA TIBA DI PALU LANGSUNG TINJAU LOKASI GEMPA “INI SEDANG KITA TANGANI”

“Jadi semua mesin, semua produksi, akan dialiri kecerdasan mesin (buatan). Itu beberapa hal yang tadi dibicarakan Bapak Presiden dengan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman,” imbuh Lembong.

Selain itu, keduanya juga melakukan pembicaraan soal pendidikan vokasi. Untuk diketahui, soal pendidikan vokasi ini, Jerman memiliki sistem khusus yang sudah sejak lama diakui banyak negara.

“Kalau teman-teman masih ingat kunjungan kenegaraan Pak Presiden ke Jerman tiga tahun yang lalu, beliau sudah mengumumkan fokus utama dengan Jerman adalah pendidikan vokasi. Jadi pelatihan vokasi, keterampilan-keterampilan praktis buat pekerja-pekerja kita supaya bisa menguasai teknik permesinan seperti mesin-mesin industri, mesin otomotif,” ucapnya, (Gumilar Abdul Latif).

Baca Juga :  TEMUI JONAN, MENTERI ENERGI DAN INDUSTRI PEA MINATI INVESTASI SEKTOR ENERGI
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment