FAKTAHUKUMNTT.COM., JAKARTA – Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengingatkan masyarakat akan meningkatnya ujaran kebencian dan penyebaran hoax di media sosial.

Jaksa Agung menyatakan bahwa kondisi ini dapat membawa bangsa ke era post-truth, di mana fakta menjadi terabaikan oleh emosi dan keyakinan pribadi yang keliru.

Peringatan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberikan sambutan dalam Acara Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana di Universitas Pancasila baru-baru ini.

Jaksa Agung menyoroti Relasi Literasi Digital Dalam Cegah ‘Hoax’ dan Ujaran Kebencian di Tahun Politik 2024 yang disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M.

Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., diberikan penghormatan dengan orasi ilmiah berjudul “Relasi Literasi Digital dengan Pencegahan Tindak Pidana ‘Hoax’ dan Tindak Pidana Ujaran Kebencian (Hate Speech) di Tahun Politik 2024.”

Jaksa Agung menyebut orasi Prof. Dr. Reda Manthovani sangat relevan dengan dinamika hukum di Indonesia saat ini.