FK – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) tengah menjadi sorotan publik terkait lambannya penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi akibat monopoli pengerjaan proyek oleh PT. Sari Karya Mandiri (SKM).

Proyek yang disoroti meliputi pengerjaan Jalan Kapan-Nenas di Kabupaten TTS senilai Rp18,6 miliar dan ruas jalan Kefa-Eban di Kabupaten TTU senilai Rp20 miliar, yang dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga 2021.

Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, Gabriel Goa, menyampaikan kritik tajam terhadap Kejati NTT.

Melalui sambungan telepon pada Kamis, 13 Juni 2024, Gabriel menyatakan ketidakpuasannya atas penanganan kasus yang sudah masuk tahap penyidikan sejak tahun 2022 namun belum ada penetapan tersangka.

“Masa kasusnya naik penyidikan sejak dua tahun lalu hingga hari ini belum ada penetapan tersangka, ada apa? Kejati harus menjelaskan kepada publik mengapa belum? Kalau dihentikan juga dijelaskan alasannya apa? Juga kalau belum ya kapan ditetapkan tersangkanya? Kenapa belum dan lama?” kata Gabriel.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.