Sering Antar Sampel Swab, Pegawai BPBD Nagekeo Meninggal Dunia di Ruangan Isolasi RSD Aeramo

Dibaca 131 kali Reporter : Petrus verified

Nagekeo, Faktahukumntt.com – (16/01/2021)  Pasien laki-laki, berinisial “MBV”, usia 53 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Nagekeo, meninggal dunia pada Sabtu (16 Januari 2021) sekitar pukul 12.10 wita, di Ruang Isolasi Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo dengan diagnosa kematian Gagal Nafas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Silvester Teda Sada, Humas Protokol Covid-19 kabupaten Nagekeo,dalam pers rilisnya yang diterima media ini, sabtu (16/01) Siang.

“Kami tegaskan bahwa Almarhum MBV adalah pasien dengan kasus Probable, belum terkonfirmasi positif covid-19” terangnya.

Sampel Swab sudah diambil petugas sehari sebelum beliau meninggal dunia yakni Jumad (15/01) kemarin, dan hari ini dikirim ke Kupang bersama swab lainnya untuk dilakukan pemeriksaan PCR untuk menentukan diagnosa yang tepat.

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Gratiskan Rapid Test Mahasiswa dan Calon Mahasiswa Baru

Namun, sebagaimana diidentifikasi dalam Buku Pedoman Penanggulangan Covid-19, karena beliau masuk Rumah Sakit disertai gejala covid-19 kemudian meninggal dunia, maka dilakukan penanganan jenazah dan pemakaman dengan protokol covid-19.

“Kita tetap menunggu hasil pemeriksaan PCR nya untuk menyatakan beliau meninggal terkonfirmasi covid-19 atau bukan. Saat ini Tim Satgas Kabupaten Nagekeo sedang melakukan koordinasi persiapan pemakaman dalam protokol covid-19” jelasnya.

Almarhum MBV, dikenal sangat giat dalam tim satgas bidang penanggulangan bencana termasuk Covid-19.

Bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo sebagai pembantu bendahara. Kebetulan almarhum bisa mengendarai mobil, maka tugas lainnya adalah membawa mobil BPBD.

Baca Juga :  Berbincang dengan Dokter Paru, Presiden: Saya Bisa Bayangkan Betapa Berat Tangani Covid-19

Sekitar Maret – April 2020, awal-awal kasus covid merebak di NTT, almarhum beberapa kali mengantar langsung sampel swab ke bandara Ende maupun Maumere untuk selanjutnya dikirim dengan jasa pesawat ke Kupang.

Almarhum juga sering dipercayai tim satgas untuk berkomunikasi langsung dengan pihak provinsi, terkait kesiapan maskapai penerbangan dan jasa Helikopter BPBD untuk mengantar sampel swab asal Nagekeo.

Terakhir bertugas pada Kamis 07 Januari 2021, ketika tim BPBD, PUPR, BLUD Spam bersama DPRD turun survey lapangan terkait longsoran jalan pada ruas jalan Olakile Nagerawe, Kecamatam Boawae.

Almarhum tidak sampai lokasi survey. Hanya sampai di tengah jalan, depan kantor Lurah Olakile dan minta pulang bersama rekannya karena kurang enak badan.

Baca Juga :  HPN 2021, Bakti Sosial SMSI Bikin Warga Tersenyum

Sejak Jumad, 8 Januari, alamarhum sudah tidak lagi berkantor karena sakit. Surat Keterangan Dokter per 11 Januari 2021 menyebut diagnosanya Demam Typhoid.

Kabar kepergiannya membawa duka buat keluarga dan para sahabat termasuk tim satgas Covid-19 kabupaten Nagekeo.

“Kita semua berharap sambil berdoa, almarhum meninggal karena sakit bawaan, dan benar-benar bukan Covid. Semoga Almarhum MBV, salah satu pegiat penting Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo, beristirahat dalam damai Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat penghiburan dan doa-doa. Selamat Jalan bapak MBV” tutup Teda Sada.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment