FK – Pemerintah melalui Kemendikbudristek menghapus jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang pendidikan SMA.

Penghapusan jurusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikburistek) No 12 Tahun 2024. Penghapusan ini akan diterapkan mulai tahun ajaran 2024/2025.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikburistek) No 12 Tahun 2024, telah membagi dua struktur mata pelajaran untuk siswa SMA kelas 11 dan 12 yang terbagi menjadi dua kelompok utama.

Pertama, kelompok mata pelajaran umum yang wajib diikuti oleh semua siswa SMA, yang mencakup mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan sebagainya.

Kedua, kelompok mata pelajaran pilihan yang memberikan siswa kebebasan untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat mereka.

Setiap sekolah SMA, MA, atau sederajat diharuskan menyediakan sekurang-kurangnya tujuh mata pelajaran pilihan, dengan alokasi waktu pembelajaran 5 jam pelajaran per minggu atau 180 jam pelajaran per tahun untuk kelas 11, dan 160 jam pelajaran per tahun untuk kelas 12.

Peraturan Kemendikbudristek tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah salah satunya SMA Avava school yang berlokasi di Komplek Nagoya Point, Jalan Duyung No.1, Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Mugyono.S.pd Kepala Sekolah Avava Internasional school

“SMA Avava Internasional school menyambut baik dengan kebijakan pemerintah karena SMA Avava school sendiri telah menerapkan kurikulum merdeka belajar sejak tahun ajaran 2023/2024 dan tahun ini memasuki tahun ke-dua. bahkan dari guru guru sendiri telah menyambut baik dengan kurikulum merdeka belajar ” Ungkap Mugyono Kepala Sekolah SMA Avava Internasional school saat ditemui media ini di ruang kerjanya Sabtu, 26 Juli 2024.

Selain itu Ia menambahkan dari segi efektivitas penerapan kurikulum merdeka belajar dan penghapusan penjurusan di tingkat SMA sederajat lebih meningkatkan kreativitas baik guru maupun siswa.

“Mulai dari segi mata pelajaran materi kurikulum merdeka belajar sudah sangat sederhana sehingga guru dalam menyampaikan materi lebih mendalami materi Ia bahkan membandingkan antara kurikulum 13 (K13) dengan kurikulum merdeka belajar dimana kurikulum K 13 terkesan mengejar materi sementara kurikulum merdeka belajar lebih pada kreasi mengajar sehingga Kami sangat menyambut baik perubahan ini” Terang Mugyono.

Lebih lanjut kata Dia “Sampai dengan struktur kurikulum hampir 60 persen itu pelajaran di kelas sementara 40 persen Kami menerapkan pelajaran berbasis projek”.

“Jumlah siswa untuk SMA Avava Internasional school 123 siswa yang masih melaksanakan kurikulum K13 22 siswa itu hanya khusus kelas 12 sementara sisanya kelas 10 dan 11 telah menerapkan kurikulum merdeka belajar”.

Terkait Permendikburistek No 12 Tahun 2024 tentang penghapusan penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Mugyono mejelaskan bahwa pihak sekolah telah menyampaikan kepada orang tua siswa jauh sebelumnya oleh karena itu Kata Dia’ pihak orang tua siswa sangat menyambut baik hal ini. “Biasanya kendala itu orang tua karena ketika orang tua mengirimkan anaknya ke SMA Avava maka pasti keinginan orang tua misalnya ke IPA tapi dari awal pada saat MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) kita sudah sampaikan ke orang tua bahwa kita sudah menggunakan kurikulum merdeka belajar dan tidak ada lagi penjurusan yang ada hanyalah mata pelajaran pilihan dan puji Tuhan orang tua terima dengan baik ”

Berdiri sejak tahun 2020 dan Meski masuk daftar salah satu sekolah bertaraf internasional yang ada di tanah Melayu Avava Internasional school tetap mengikuti standar pendidikan Indonesia yaitu menjadi bagian dari penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) artinya tidak semua siswa yang menempuh pendidikan di Avava Internasional school berasal dari latar belakang Keluarga kelas atas.

“Yang menempuh pendidikan di sini semuanya bervariatif berdasarkan pekerjaan orang tua kita tidak membedakan kelas orang tuanya beberapa anak didik kita yang juga menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP)”

Meski baru 4 tahun berdiri Avava Internasional school telah menjuarai kompetisi lomba pidato bahasa inggris dan lomba membaca berita dalam bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh komunitas MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Jawa Timur.