Komitmen tersebut diperkuat oleh dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana. Kepala LP2M, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menyatakan kesiapan institusinya dalam mengerahkan tenaga dosen dan peneliti untuk melakukan pendampingan masyarakat, penguatan kapasitas peternak, serta pengembangan model pemberdayaan berbasis riset.

Pendekatan ini dinilai penting karena pembangunan peternakan modern tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan masyarakat peternak.

Dari sisi teknis, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Undana memiliki berbagai fasilitas yang siap mendukung implementasi program. Wakil Dekan I FPKP, Dr. Franchy Cristian Liufeto, menjelaskan bahwa fakultas telah memiliki laboratorium lapangan, laboratorium reproduksi ternak, laboratorium pengujian daging, hingga laboratorium kimia pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian dan pengembangan peternakan sapi potong.

Selain itu, FPKP saat ini sedang fokus mengembangkan inovasi genetika ternak melalui program inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan kualitas sapi lokal yang menjadi kebanggaan NTT.