“Kami memiliki fasilitas laboratorium lapangan, pengujian daging ternak, reproduksi, hingga laboratorium kimia pakan. Saat ini FPKP Undana juga sedang fokus mengembangkan inovasi perbaikan genetika sapi lokal melalui program inseminasi buatan untuk mendongkrak kualitas sapi potong di NTT,” jelas Dr. Franchy.
Di sisi lain, Bappenas memberikan apresiasi terhadap inisiatif Undana yang dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional di sektor pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, menyampaikan bahwa meskipun saat ini belum tersedia alokasi anggaran khusus akibat penyesuaian prioritas pembangunan nasional, peluang kolaborasi tetap terbuka melalui skema usulan strategis yang diajukan langsung kepada pimpinan kementerian.
Melalui pendekatan tersebut, kerja sama yang dirancang tidak hanya berorientasi pada dukungan pendanaan, tetapi juga pada penyusunan kebijakan, penguatan kelembagaan, dan pembangunan model peternakan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
