Dalam diskusi tersebut, sejumlah agenda kerja sama mulai dipetakan, antara lain penguatan kapasitas kelembagaan peternak rakyat, pengembangan model kemitraan peternakan berbasis kawasan, penyusunan naskah akademik rekomendasi kebijakan, serta pengembangan sistem hilirisasi produk peternakan yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi sepakat menjadwalkan pertemuan tingkat tinggi antara Rektor Undana dan Menteri PPN/Kepala Bappenas guna membahas arah kebijakan serta peluang implementasi program secara lebih komprehensif.
Saat ini, Undana tengah menyiapkan proposal rencana kerja dan surat audiensi sebagai dasar pembahasan lebih lanjut. Sementara itu, Bappenas menyatakan kesiapan memberikan asistensi dalam penyusunan dokumen kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) sebagai payung hukum pelaksanaan program.
Kolaborasi ini memiliki arti penting bagi masa depan sektor peternakan NTT. Dengan dukungan riset, teknologi, inovasi, dan perencanaan pembangunan yang terintegrasi, peternakan rakyat diharapkan mampu bertransformasi dari pola tradisional menuju sistem usaha yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
