Informasi Terupdate Hari Ini

Eksam Sodak : “Rendahnya Animo Masyarakat, Pencapaian PTSL Kota Kupang 3.899”

0 140

FHI-Kota, Dengan keterbatasan yang ada, jajaran Kantor BPN Kota Kupang bertekad untuk menyelesaikan target legalisasi aset yang telah ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Hubungan Hukum Badan Pertanahan Nasional Eksam Sodak, S.SIt, M.Si kepada Fakta Hukum terkait pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) atau yang dulu dikenal dengan nama prona di Kota Kupang tahun 2017. Terkait denga pelayanan pertanahan yang mengalami sedikit kendala fisik seperti kondisi kantor, sarana transportasi, jaringan listrik, koneksi internet maupun jumlah dan kondisi pegawai yang ada, tidak menjadi halangan jajaran Kantor  BPN Kota Kupang untuk memberi pelayanan pertanahan yang terbaik kepada masyarakat.

Memang akhir-akhir ini Animo masyarakat rendah terhadap program PTSL inilah yang menyebabkan hingga Oktober 2017 pencapaian PTSL baru 3.899 bidang dari kuota 20.000 bidang untuk kota Kupang. Cukup besar. Sehingga sejak dimulai pada 23 Mei 2017, baru mencapai 3.899 bidang yang memasukkan berkas yuridis dan fisik menurut data per 19 Oktober 2017.” Ujar Eksam saat ditemui di ruang kerjanya. Lanjutnya, bahwa pada tahun 2017 target PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap) untuk provinsi NTT berjumlah 254 ribu bidang. Batas waktu pendaftaran adalah awal Desember 2017. Dan akan dilanjutkan pada Mei 2018.

“BPN Wilayah Provinsi NTT menargetkan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) untuk provinsi NTT adalah 254 ribu bidang, dan kuota untuk Kota Kupang adalah 20.000 bidang. Sedangkan pencapaian untuk tahun 2017 data sampai dengan bulan Oktober 2017 adalah 3.899 bidang sementara batas akhir pengumpulan data adalah sampai awal Desember 2017 yang akan dilanjutkan pada bulan Mei 2018.” Jelas Eksam.

Untuk  pencapaian yang baru 3.899 bidang dikarenakan waktu dimulainya pengumpulan data fisik terlambat yakni pada 23 Mei 2017 dan juga anggaran baru dicairkan oleh Kanwil BPN Provinsi NTT sehingga Pada 23 Mei 2017 baru dimulai pengumpulan data fisik. Kendala lain adalah kesiapan warga dan kesiapan alas hak warga sendiri; ketidak siapan surat-surat berkaitan dengan hak hakiki atas tanah mereka sendiri. Mereka tidak menyiapkan semua berkas terkait padahal sudah disosialisasikan dalam tiga tahapan dan sistem Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang cukup memudahkan masyarakat karena bebas biaya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat terutama belum ada respon yang baik dari masyarakat. Walaupun demikian kita tetap berusaha untuk menyampaikan berbagai kemudahan yang menjadi hak masyarakat bahkan pada tahun 2018 akan ada program gratis pra sertifikasi, dimana semua biaya pengadaan surat-surat diambil alih pemeritah”, tegas Eksam.

Lanjut Eksam, saya berharap agar masyarakat bisa pro aktif menyambut progam PTSL ini. Karena program PTSL ini akan segera berakhir di tahun 2019 dan setelah itu menunggu kebijakan pemerintah Pusat. Sehingga masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan pendafataran dan pengurusan tanah gratis ini yang akan beralhir pada tahun 2019. Sehingga kuota 20.000 bidang bisa tercapai di tahun 2017 ini. “Kami sudah melakukan upaya jemput bola dengan mendatangi masyarakat dengan pendampingan pihak kelurahan untuk menghimbau masyarakat yang tanahnya belum bersertifikat agar bisa mendaftarkan tanahnya. Target kami adalah 3 bidang per hari.” Ungkap Eksam.

Berhubungan  pada tahun 2018,  pemerintah mengambil alih biaya pra sertifikat yaitu pada tahap persiapan persyaratan administrasi gratis sampai setifikasi. Dan yang akan menjadi tanggung jawab masyarakat hanyalah pajak BPHTB jika tanah dibawah 60 juta maka nol rupiah, sedangkan diatas 60 juta dikenakan BPHTB 5% berdasarkan UU no.3/2017, dan perda 28/2011. Dan ini berlaku baik bagi semua pengurusan sertifikat. Karena itu  masyarakat bisa memanfaatkan waktu yang hanya tinggal satu bulan lebih ini untuk segera memanfaatkan program PTSL ini dengan mendaftarkan tanahnya mengikuti program PTSL ini sebelum closing pada awal Desember 2017. Mengenai Persyaratan ukuran tanah yang bisa didaftarkan dengan program PTSL adalah dengan luas 2 hektar ke bawah. Sejak tahun 2017 sistem pendaftaran tanah lengkap sistematis ini dibuat dalam bentuk claster 1-4. Yaitu claster 1 adalah tanah yang tidak bermasalah, tanah ada dan surat-surat lengkap, claster ke 2 adalah tanah yang surat-surat lengkap walau tanah ada, claster 3 adalah tanah pemerintah dan kehutanan dan claster 4 adalah tanah yang tidak bermasalah dan bersertifikat.(OSCAR)

 

Comments
Loading...