Informasi Terupdate Hari Ini

DESA SADAR JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DI DESA BOLOK

0 119

Kupang (faktahukumntt.com), Launcing desa sadar ketenaga kerjaan se Nusa Tenggara Timur Raya yang sedianya akan dilaksanan setelah tanggal, 17 Agustus 2018, yang bertujuan agar memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa perlindungan kepada seluruh masyarakat pekerja NTT Raya dalam bentuk jaminan kesehatan kerja jaminan hari tua jaminan kematian dan jaminan pensiun.

Saat ditemu di aula kelimutu Hotel T-more pada Senin,09/07/18, pada kegiatan pembentukan panitia desa sadar jaminan sosial ketenaga kerjaan, Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan Provinsi NTT, Rita Damayati. SE. Mm mengatakan. Kegiatan ini pada intinya adalah, kami dari BPJS Ketenaga kerjaan adalah bahagian dari negara, berarti kami adalah bahagian dari penyelenggara negara yang tentunya mengamankan amanah dari uu no 40 tahun 2004 dan uu no 24 tahun 2011 yang pada intinya memberikan perlindungan jaminan sosial baki seluruh pekerja.

Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap resiko-resiko sosial yang terjadi di masyarakat pekerja se NTT raya, dimana kegiatan lintas sadar jaminan sosial ketenaga kerjaan di desa sadar ketenaga kerjaan di Bolok yang pada intinya adalah sebagai contoh untuk seluruh Desa-Desa Sekabupaten Dan Kota Kupang se NTT raya, agar seluruh masyarakat-masyarakat pekerja pelaku ekonomi, apakah itu masyarakat kerja di sektor formal in formal di sektor jasa konstruksi agar dapat di lindungi dengan program-program kami yaitu “jaminan kesehatan kerja, jaminan hari tua, jamina kematian dan jaminan pensiun”.tandas Rita

Menurut Rita, Jadi apa bila launcing pertama kalinya untuk NTT di Desa Bolok berhasil, hal ini memeliki satu dampak yang besar bagi masrakat se NTT raya dan tentunya akan menjadi baro meter bagi masyarakat-masyarakat pekerja yang peduli akan hak-haknya. Pada saat bekerja perlu di lindungi dengan program kami pada saat bekerja dan mau bekerja sama apa bila mengalami kecelakaan kerja, kecelakaan kerja dan resiko-resikonya sudah tentu tidak di ingini oleh semua orang, dan mungkin pasti terjadi makanya kehadiran kami disini memberikan perlindungan kepada resiko-resiko ini dalam hal bekerja.

Terutama masyarakat-masyarakat pekerja yang informal, karena kelihatan masyarakat informal di NTT lebih banyak dari pada masyarakat pekerja di sektor formal, jadi masyarakat-masyarakat pekerja di sektor informal ini mereka rawan dan rentan terhadap resiko kerja. ”Umpamanya sopir angkot, petani nelayan tukang ojek dan pekerja-pekerja kasar lainnya seperti tukang sapu, buru panggul, buru pasar.” mereka rentan terhadap kecelakaan baik itu kecelakaan kerja atau sakit akibat bekerja.

“Jadi dengan acara tersebut diharapkan mendapatkan respon positif dari pemda setempat. Kami harapkan akan di ikuti juga dengan kabupaten-kabupaten yang lain sehingga timbul kepudulian melindungi masyarakat-masyarakatnya kedalam program kami. Kegiatan tersebut rencananya di launcing setelah tanggal, 17 Agustus 2018”, Kata Rita mengakhiri perbincangannya dengan wartawan Fakta Hukum Indonesia (FHI).Papi

Comments
Loading...