Informasi Terupdate Hari Ini

Pemimpin adalah Amanah : petikan dari Kotbah yang menggetarkan dari Ustadz Ramudhan Rajo

0 72

NAGEKEO (faktahukumntt.com), Ribuan jemaah muslimin dan muslimah kecamatan Aesesa pagi tadi melaksanakan sholat ied berjamaah di lapangan Berdikari Danga.Kegiatan itu dilakukan untuk memperingati hari raya Idul Adha 1439 H. Sesuai keputusan sidang isbat Menteri Agama yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018.

Sesuai keputusan rapat Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Nagekeo, lapangan Berdikari Danga dipilih sebagai salah satu dari empat tempat bagi umat islam kecamatan Aesesa untuk menuaikan ibadah shalat.
Sedangkan, untuk petugas shalat di lapangan Berdikari Danga, PHBI memempercayakan Ustadz Zulkiflin Usman sebagi Imam Sholat, Ustadz Ramudhan Rajo sebagai Khotib dan Ustadz Nur Luang sebagi Bilal.

Disaksikan langsung oleh wartawan Fakta Hukum Indonesia, Ustadz Ramudhan Rajo terisak-isak saat membawakan khotbah tentang kepemimpinan dijaman Nabi dan realita kepemimpinan masa kini.
Berikut petikan khotbah dari Ustadz Ramudhan Rajo.

” Ibrahim rela menyembelih anak kandungannya sendiri. Ini adalah contoh sikap seorang pemimpin sejati. Allahu akbar.. Allahu Akbar.

Ibrahim adalah pemimpin bagi keluarganya dan bagi umatnya dan Ibrahim telah menunjukkan kepada kita bahwa Hakekat dari seorang pemimpin itu adalah amanah, perjuangan dan pengorbanan. Aspek ini yang sekarang sudah dilupakan. Banyak orang yang menganggap kepemimpinan dan jabatan merupakan kesempatan dalam kekuasaan sehingga jika rasul dan para sahabat, mereka menolak untuk diberi jabatan maka hari ini orang justru bersaing, bertanding dan berebut jabatan dan kepemimpinan tersebut. Akhirnya, seringkali jabatan bukan lagi pengorbanan akan tetapi mencari korban. Demi jabatan, orang rela menghalalkan segala cara. Teman dekat bisa jadi musuh. Bahkan yang dulu adalah musuh besar menjadi teman. Teman diatas ditarik, teman dibawah diinjak, sahabat seiring ditolak. Karena, didalam politik tidak ada istilah kawan abadi dan musih abadi, yang ada hanyalah kepentingan pribadi. Jika ini terjadi, maka rakyatlah yang akan dikorbankan. Sebab orang yang menjadikan jabatan sebagai kesempatan dan alat kekuasaan akan membela para kroninya meskipun salah dan menegakan hukum dengan tegas kepada orang yang bukan dari kelompoknya. Ini yang mereka lupa kalau perbuatan itu akan menghancurkan persatuan umat, bangsa dan negara. Karena, kehancuran rakyat disebabkan oleh para pemimpin yang tidak amanah, kehancuran pemimpin disebabkan oleh kehancuran ulama, kehancuran ulama disebabkan oleh kecintaan mereka terhadap harta dan kedudukan.

Lalu, bagaimana dengan para pembesar kita hari ini? Bukan tidak boleh kita Berorganisasi, sebab organisasi adalah tempat untuk merancang strategi dan perjuangan. Tidak ada halangan bagi kita untuk membentuk jamaah dan kelompok tertentu, sebab jamaah dan kelompok merupakan wadah untuk melakukan pembinaan oleh komunitas iman serta tidak ada langgaran bagi kita untuk berpartai, sebab partai merupakan alat untuk memperjuangkan aspirasi umat.
Yang tidak boleh kita lakukan adalah jangan sampai dengan organisasi itu ada orang yang merasa organisasinyalah yang paling benar sementara organisasi lain dianggap salah.

Yang kita harapkan adalah, jangan sampai dengan jamaah dan kelompok yang dibentuk, ada orang yang mengkalim bahwa hanya kelompoknyalah yang paling berhak masuk surga sementara kelompok lain masuk neraka.
Yang tidak boleh terjadi adalah jangan sampai dengan partai yang dipilihnya, ada orang yang menganggap partainyalah yang paling benar sementara partai yang lain dianggap salah.
Dalam fanatisme kelompok yang semakin menonjol maka, kita akan kehabisan energi, untuk memperdebatkan hal-hal yang tidak berisi. Sebaliknya, kita lupa membahas agenda-agenda lebih besar untuk membangun kejayaan umat, bangsa dan negara.

Kepemimpinan didalam islam adalah perjuangan dan pengorbanan demi kesejahteraan dan kebahagiaan untuk umat dan bangsa. Hal ini yang dicontohkan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin yang harus di jadikan pedoman untuk kehidupan kita hari ini dan yang akan datang.
(patriOT)

Comments
Loading...