Informasi Terupdate Hari Ini

UNIVERSAL HEALTH COVERAGE (UHC) PENDUDUK KABUPATEN LEMBATA

0 110

LEMBATA (FHI)-Amanat undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menyebutkan bahwa Sistem Jaminan Kesehatan Nasional merupakan program negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi penduduk Kabupaten Lembata maka Pemerinta Daerah Kabupaten Lembata telah berkomitmen agar seluruh masyarakat memiliki Jaminan Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia (JKN KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan. Dan paling lambat 1 Januari 2019 seluruh penduduk indonesia wajib memiliki Jaminan Kesehatan.(15/12/2017)

Deputy Directors for Bali, NTT and  NTB Regio, Army Adrian Lubis dalam jumpa pers FHI pekan lalu Kuma Resot Waijarang kediaman Bupati Lembata ,Ia menjelaskan kepada masyarakat bahwa sebuah tugas besar bagi BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah agar amanat dan tanggung jawab dapat tercapai.  Lanjutnya, hal ini dibuktikan melalui komitmen yang kuat yakni sejak 1 oktober 2017 dari total seluruh penduduk Kabupaten Lembata yang berjumlah 133.552 jiwa sebanyak 127.814 jiwa atau 95,70 % penduduk kabupaten Lembata telah tercover kedalam Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia (JKN KIS) dan telah memilki kartu sebagai identitas diri dalam memperoleh pelayanan kesehatan.ungkap Army Lubis.

Dengan pencapaian sebanyak 95.70 % penduduk maka Kebupaten Lembata dinyatakan sebagai Kabupaten yang telah melaksanakan Universal Health Converage (UHC) bagi penduduknya. Sebanyak 127.814 jiwa atau 95,70 % penduduk Kabupaten Lembata telah tercover kedalam Program Jaminan Kesehatan Nasional  Kartu Indonesia (JKN KIS) yang telah terbagi kedalam beberapa jenis kepesertaan yaitu peserta Pekerja Penerima Upah (PPU).15.790 jiwa,peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU):6.230 jiwa,peserta Bukan Pekerja (PB) : 1.829 jiwa dan Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI APBN) 65.475 jiwa-Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI APBD Kabupaten Lembata) 38.892 jiwa.

‘’Untuk masyarakat yang telah tercover kedalam Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia (JKN ISI) akan mendapatkan Kartu JKN ISI sebagai identitas diri dan kartu tersebut telah distribusikan kepada masyarakat ‘’ Kata dr. Hindro Kusumo selaku kepala BPJS kesehatan Cabang Maumere.

beliau  menambahkan ‘’setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun lanjutan namun perlu diingat setiap kali berobat peserta wajib membawa kartu dan kartu tidak dapat dipindahtangankan atau digunakan oleh orang lain yang bukan sebagai pemilik kartu sesuai nama yang tertera pada kartu.” Jika disalah gunakan oleh pihak lain yang bukan sebagai pemilik kartu maka akan mendapatkan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku” tegas dr.Hindro.

Dapat dipahami lagi bahwa, untuk menunjangi pelayanan kesehatan penduduk Kabupaten Lembata,BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dan menyiapkan 9 puskesmas, 1 klinik polri, 1 doterk gigi dan 4 dokter umum sebagai pemberi palayanan kesehatan tingkat pertama. Dan juga telah menjalin kerja sama dengan RSUD Lewoleba sebagai Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah dan Rumah Sakit Bukit Lewoleba yang merupakan Rumah Sakit Swasta sebagai pemberi palayanan kesehatan tingkat lanjutan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Berbasarkan data per-01 Desember 2017,terdapat penambahan Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI APBD Kabupten Lembata) yang semula berjumlah 38.892 jiwa menjadi 39.000 jiwa yang mana iurannya dibayarkan oleh pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Sehingga total seluruh penduduk Kabupaten Lembata yang tercover kedalam Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia (JKN KIS) berjumlah 128.324 jiwa atau 96.09 %.

BPJS Kesehatan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata atas terlaksananya komitmen dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Lembata yang sehat. Dengan Gotong Royong Semua Tertolong.(ROFINUS)

Comments
Loading...