fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

Dukungan Pemprov NTT Terhadap PLAN International Indonesia

0 85

FHI NTT (faktahukumntt.com), Yayasan PLAN International Indonesia merupakan salah satu lembaga kemanusiaan dan pengembangan masyarakat memiliki tujuan mulia, untuk terus memperjuangkan sebuah dunia adil guna memenuhi hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Hal ini dikatakan Asisten II Setda Provinsi NTT, Alexander Sena saat membuka Workshop Wirausaha Sosial Mitra Yayasan PLAN International Indonesia di Hotel Romyta (17/09/18).

Lanjutnya, dalam upayanya untuk terus meningkatkan kemampuan dan pencapaian kesejahtereaan masyarakat, maka yayasan PLAN International Indonesia dituntut untuk terus berbenah dan mengembangkan pola pemberdayaan masyarakat. Dan salah satu usaha yang dilakukan adalah melalui pendekatan pemberdayaan “kewirausahaan sosial”.

“Pendekatan pemberdayaan kewirausahaan sosial ini adalah kegiatan usaha yang memiliki misi untuk menyelesaikan berbagai-bagai masalah sosial, lewat pemberdayaan dengan dampak yang terukur. Pemerintah provinsi NTT akan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, yang mana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat”.

Hal ini disampaikan karena kewirausahaan sosial dipandang merupakan tren bisnis dan sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bakal bermunculan di Indonesia. Usaha ini tidak sama dengan kegiatan sosial yang bertumpuh pada donasi semata, seperti hibah, dana sosial nasional maupun internasional.

Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan workshop kewirausahaan sosial ini maka saya ingin menyampaikan beberapa hal untuk dapat diperhatikan sesuai dengan sifat dari wirausaha sosial, diantaranya; Pertama, menjadi agen perubahan sosial, mengadopsi misi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai sosial (bukan hanya nilai pribadi), mengenali dan mengejar dan peluang baru untuk mewujudkan misi tersebut. Kedua, kreatif dan inovatif, kreativitas merujuk kepada pembentukkan ide-ide baru, sementara inovasi adalah upaya untuk menghasilkan, mengatasi masalah dengan menggunakkan ide-ide baru tersebut. Dengan demikian, kreativitas merupakan titik permulaan dari setiap inovasi.

Ketiga, disiplin dan bekerja keras, seorang wira usaha harus bisa melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggungjawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada rintangan yang mustahil untuk diatasi. Keempat, Altruis, sikap moral yang memegang prinsip bahwa setiap individu memiliki kewajiban membantu. Melayani dan menolong orang lain yang membutuhkan. Tujuan tindakkannya adalah kesejahteraan masyarakat secara umum, wira usaha sosial harus memiliki sikap altruis, ini karena seluruh tindakkannya didorong oleh keinginan mengatasi maslah sosial.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni 15 lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di pulau Timor, Sumba dan Flores, Koperasi Kamanggi dari Sumba, Kopdit TLM beserta awak media dari media cetak, daring dan elektro. (Mariani)

Comments
Loading...