Informasi Terupdate Hari Ini

Kopdit Ankara Selalu Komitmen Pemberdayaan Komoditi Rakyat

0 202

Lembata (FHI)-Komitmen untuk menegakan eksistensi ekonomi resiko maka Kopdit ANKARA sudah merangkul masyarakat Lembata, Larantuka, dan Adonara.

Sesuai Data Pertumbuhan Kopdit Ankara Tahun 2016 dapat digambarkan sebagai berikut: Anggota Akhir Tahun 2015 :25.964 orang Akhir Tahun 2016: 26.552 orang. Simpanan Saham Akhir Tahun 2015: 56.710.759.569 akhir tahun 2016: 61.058.597.521. Simpanan Non Saham Akhir Tahun: 78.225.521.134 Akhir Tahun 2016:87.487.854.610. Piutang Pinjaman Akhir Tahun 2015: 112.069.753.959- Akhir Tahun 2016:115.130.703.455. SHU Akhir Tahun 2015:857.492.210- Akhir Tahun 2016: 512.594.874. Asset Akhir Tahun 2015: 151.918.867.966- Akhir Tahun 2016: 166.783.779.371. Ketua Kopdit ANKARA, Pius Suban Raya kepada wartawan FHI di kediamannya berpendapat, pihaknya sudah melakukan rapat anggota tahunan (RAT) XXIX Tahun Buku 2016. Lanjut Pius, dalam mewujudkan tujuan Nasional Perkoperasian sesuai amanat Perundang-Undangan.

Komitmen yang kami lakukan maka sejak Tahun Buku 2013, visi yang menjadi akar pohon Kopdit ANKARA yaitu “Terwujud Lembaga Keuangan yang berbasis ekonomi kerakyatan mandiri berdaya saing berkualitas yang dikelola berdasarkan nilai dan prinsip koperasi’’,ucap Pius. Ya..saat ini juga, kami sudah melangkah dengan mengutamakan bidang pemasaran bersama. Khususnya pembelian hasil komoditi masyarakat.

Sehingga masyarakat petani dari 9 kecamatan Kabupaten Lembata dan juga daratan pulau Adonara dan juga kabupaten flores Timur-Larantuka dapat memproduksi hasil komoditi; kemiri, cengke, coklat, jambu mente, vanili, kopra. Kami membantu kebutuhan masyarakat dengan harga yang layak yang sebelumnya terus ditekan oleh pihak- pihak yang lainnya untuk mendaptakan keuntungan yang sebesar-besarnya, sedangkan masyarakat pemilik komoditi hidupnya semakin terperas dan kerdil manajemen. Berbagai dampak yang kami pelajari dengan pengkerdilan ekonomi yang sasaran pada konsumen, Tegas Pius. Hasil komoditi dari konsumen yang sudah kami jalani sejak tahun 2015 telah menuai hasil. Dari dua (2) tahun belakangan yaitu 2016/2017 kami sudah melakukan kerjasama permodalan dengan penimbun di kabupaten Sika/Maumere dan juga pada penimbun di Surabaya.

Hal ini dengan maksud agar sedapat mungkin membantu masyarakat petani Lembata untuk memperoleh harga komoditi yang pantas. “kami tidak sedang mencari keuntungan tetapi justru kami membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ungkap Pius. Jumpa pers bersama koordinator produksi penimbun komoditi Kopdit ANKARA pekan lalu di kantor pusat ANKARA kelurahan Lewoleba Tengah, Fransiskus Nurani menegaskan bahwa Wajah masyarakat saat ini senang dan bangga dengan cara kerja dari Koperasi Kopdit ANKARA sangat memberi peluang untuk menimbang hasil komoditi dengan harga yang memuaskan. Sejak tahun 2015-2016 belakangan ini kami selalu memanfaatkan hasil perkebunan yang di tanam oleh masyarakat .

Kami sudah turun dari pintu kepintu rumah untuk menimbun hasil baik Kemiri pada khususnya karena produksi kemiri di lembata ini 80 persen perkebunan kemiri. Ada juga kelapa, Jambu mente dan lain-lainnya namun kemiri menjadi prioritasnya. Jumlah perkebunan terbanyak ada lima kecamatan yaitu, Kecamatn Lebatukan yakni desa Leragere,dan juga Leralodo dan sekitarnya. Kecamatan Atadei yakni; Desa Atawolo, Lerek, Lewaji, Bakan, Mudai lerek, Karangora, Waipei, Atalojo, Lewokurang, dan Waiwejak. Kecamatan Wulandoni yakni; desa Puor, Boto dan lain-lain. Serta dua Kecamatan wilayah kedang, ungkap Frans.

Hasil komoditi tersebut kami timbang dengan harga antar jenis yaitu Kemiri per-kilo Rp.16.000, kopra Rp.8.000. Dari dua komoditi ini sangat menunjang dan memberikan jasa usaha tani sehingga masyarkat semangat untuk berusaha meningkatkan kesejahteraan rumah tangga produksi, ungkap Frans. Tugas utama Koperasi ANKARA mengekspor hasil komoditi ke dalam negeri yakni kabupaten Sika dan Surabaya.

Namun menghemat tanggungan jasa produksi maka dari pihak ANKARA sudah kerjasama dengan pihak pengimpor di Maumere Kabupaten Sika, karena akses jangkauan lebih dekat. Dimana hasil komoditi dimuat melalui kapal Feri ASDP Flobamora—NTT. Tujuan penyeberangan pelabuhan Lembata-Maumere.

Para petani Lembata, Adonara, dan Flores Timur semakin hari semakin sejahtera dalam dunia jasa koperasi terkhusus kopdit ANKARA yang telah menimbun hasil komoditi dengan harga yang memuaskan keringat masyarakat, ungkap pria tampilan sederhana namun birlian di mata masyarakat’’Frans Nurani, (ROFINUS)

Comments
Loading...