fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

Provinsi NTT Deflasi 0,69 %, Desa Inflasi 0,54%

0 108

NTT FHI (faktahukumntt.com), Kepala BPS Provinsi NTT menyampaikan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi sebesar 0,69 persen namun Nilai Tukar Petani di daerah perdesaan justru mengalami inflasi sebesar 0,54 %.

Dikatakan bahwa  pada bulan September 2018 NTT mengalami deflasi sebesar 0,69% dengan Indeks Harga Konsumen( (IHK) sebesar 131,24. Sementara Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,83 persen dan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada 3 kelompok pengeluaran, yaitu: bahan makanan, kesehatan, dan transpor. Kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks terbesar yaitu sebesar 3,14 persen. Sedangkan 4 kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks harga, dimana kelompok perumahan mengalami kenaikan indeks tertinggi sebesar 0,55 persen.

Secara Nasional terdapat 82 kota dijadikan sampel IHK dimana 16 kota mengalami inflasi dan 66 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,59 persen dan terendah terjadi di Kota Bungo dengan inflasi sebesar 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Parepare sebesar 1,59 persen.

Berbeda dengan Nilai Tukar Petani (NTP) justru mengalami Kenaikan Sebesar 0,06 % September 2018 sebesar 107,35 jika dibandikan dengan NTP Agustus. Hal ini berarti bahwa daya beli/daya tukar petani lebih baik dibandingkan dengan pengeluarannya.

Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) ini didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012-100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 107,35 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 108,37 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 103,95 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 107,61 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 108,10 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 110,26 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

Terjadi peningkatan sebesar 0,06 persen pada NTP September 2018 jika dibandingkan dengan NTP Agustus 2018. Disimpulkan bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat. Hal ini disebabkan pendapatan petani meningkat lebih besar dibanding pengeluaran petani.

“Justru di daerah perdesaan terjadi inflasi sebesar 0,54%. Bahkan Seluruh subkelompok mengalami inflasi. Faktor pemicunya adalah adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada subsector bahan makanan, makanan jadi dan kesehatan”.

Comments
Loading...