Informasi Terupdate Hari Ini

Deklarasi Relawan TONSUS PS-02 Menuju RI-1

0 112

NTT (faktahukumntt.com), Deklarasi Relawan  Tonsus PS02 membuktikan bahwa  dukungan terhadap Prabowo terus mengalir dari masyarakat eks Tim-Tim di NTT.

Turut hadir dalam acara tersebut Inisiator Pusat Peleton Khusus (Tonsus), Dr. Octavio A. J. O. Soares, M. Kes dan para Relawan Deklarasi Tonsus PS02 di Kota Kupang. Relawan Tonsus PS02 merupakan WNI-Eks Tim-Tim yang tinggal di NTT.

Octavio dalam sambutannya mengungkapkan alasan yang melatari dukungan terhadap pasangan nomor urut 2 untuk pemilu Presiden 2019.

Menurutnya, Semenjak adanya Partai Gerindra kami semua beraviliasi dengan partai Gerindra karena beberapa hal, pertama kami adalah warga negara indonesia eks timor-timur yang diminta oleh Prabowo selaku pendiri partai Gerindra untuk ikut membesarkan partai Gerindra. namun tidak semua! Ada beberapa yang tidak mendukung karena pilihannya nomor 1. Kedua, kami adalah kelompok masyarakat yang sedikit banyak lebih mengenal Prabowo Subianto. Ini mungkin bisa dicek lewat teman-teman bahwa beliau mulai karier militer pangkat letnan dua sampai Jendral bertugas di Timor-Timur.

Lanjut Octavia, pada tanggal 1 September 2018, saya ikut pertemuan nasional dimana hadir salah satu LetJen Yunus Yiskia, salah seorang komdan pasukan waktu itu (wakil Tim Susi yang melakukan tindakkan militer pada awal integrasi).

Beliau (Yunus), menyampaikan beberapa cerita tentang Prabowo bahwa beliau bosan melihat Prabowo ke Timor-Timur dan menurut pengalaman beliau Prabowo paling banyak Tour of Duty” dan “Tour of Areanya ke Timor-Timur padahalnya Yunus Hizkia nota bene istrinya orang asli Tim-Tim tidak sesering Prabowo di Tim-Tim.

“Intinya bahwa kami orang Tim-Tim lebih mengenal Prabowo dibanding saudara-saudara lain. Sehingga sewaktu beliau menjadi calon Presiden kami senang. Untuk pilpres 2019 ini kami sudah menangkap satu ceritera bahwa sebelum ini ada statement-statement  politik ya jujur itu adalah politis yang menyampaikan, menyudutkan stigma atau labelin kepada Prabowo yang menurut kami itu tidak benar, tidak berdasar”, tegas Octavio.

Sehingga begitu beliau sah menjadi Capres nomor urut 2 untuk pilpres 2019 ini kami merasa terpanggil untuk ikut memperjuangkan beliau sebagai Presiden tetapi kami tahu kami bukanlah komponen partai jadi minimal yang bisa kami lakukan adalah kami ingin mengungkapkan fakta sebenarnya siapa itu Prabowo.

“Dari kacamata orang nonmuslim dan dari kacamata orang-orang yang pernah berjuang bersama beliau. Saat ini hadir dalam deklarasi ini adalah pejuang-pejuang yang dulu pernah berjuang bersama Prabowo yang kemudian ada yang memilih jalur menjadi militer ada juga yang memilih menjadi sipil dan ada beberapa yang tidak memlih kedua jalur tersebut. Mereka semua mengenal Prabowo secara pribadi maka kami minta untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Prabowo? Bagaimana Prabowo dulu sebagai seorang Komandan, seorang komdan yang backgroundnya muslim bisa bahu membahu dengan para anak buah beliau yang non muslim. Dan beliau dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan bahwa “Nyawa saya untuk bangsa ini dan saya menyerahkan nyawa saya ditangan para anak buah saya, prajurit saya yang nonmuslim dan mereka bisa membela saya”, cerita Octavio

Terkait gosip yang disampaikan politisi bahwa jika Prabowo jadi Presiden maka akan menjadikan negara ini negara Kilafah. Jika dianalisis betul-betul bagi yang memiliki pemikiran jernih, pertama, fakta bahwa Prabowo backgroundnya militer. Ini bisa dilihat baik secara subjektiv atau objektive tergantung dari cara pandang masing-masing pribadi. Kedua, konstruksi keluarga beliau yang berbeda-beda agamanya. Kakaknya nomor 1 beragama katolik, Nomor 1 beragama Kristen, Prabowo sendiri Muslim dan adiknya seorang Kristen Protestan.

Saya sering memberi kesaksian di beberapa tempat bahwa bagaimana saya mendampingi beliau pada saat almahrumah Ibu Dora meninggal dan semua tata perayaan ibadahnya sesuai dengan tata perayaan Kristiani dan itu diikuti oleh Prabowo yang muslim sampai selesai pemakaman ibundanya. Meskipun beliau adalah muslim tapi sebagai saudara laki-laki tertua (pengganti Kepala Keluarga)

Secara Objektivitas bahwa sewaktu Probowo dipilih oleh para ulama sebagai calon presiden melalui Ijtima Ulama II, beliau minta mereka untuk menandatangi pakta kesepahaman yang berisikan 17 butir yang butir pertama menyatakan bahwa siap melaksanakan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen.

Tenggang rasa saling menghormati antara sesama umat beragama, dan itu adalah kontrak poltik antara Prabowo dan para Ulama. Para ulama mengatakan bahwa Indonesia ini akan lebih baik kalau dipimpin oleh Prabowo, oleh karena itu akan memperjuangkan Prabowo dari suara-suara Muslim. ini fakta yang paling objektif dan itu tidak dilakukan oleh koalisi lain. itu yang kami contoh bahwa pada hari ini kami deklarasi memberikan dukungan kepadanya dan kami bersedia bersama-sama dengan orang partai dan tim pemenangan se Indonesia untuk memenangkan Prabowo pada pilpres yang akan datang.

“dan kami minta ke Prabowo untuk memberikan kami ruang bukan berarti kami minta uang. Mohon maaf bukan berarti uang itu tidak penting. Tapi kami minta jangan merendahkan perjuangan Untuk Merah Putih hanya karena uang. Saat ini kita tidak butuh rumah, semuanya itu akan ada bila kita bisa menghadirkan seorang presiden yang bisa mengenal kita”, tegas Octavio.

Ketika ditanya Prabowo sudah maju 2 kali dan kalah terus apakah tidak diberikan suara atau bagaimana? Saya bukan politisi ya? Saya hanya seorang profesional biasa, selama ini stylenya Prabowo selalu Komandan (Pemimpin) dalam 2 kali pemilihan itu dia selalu menjadi banper atau pendamping yang artinya semua yang beliau lakukan adalah berdasarkan keinginan bersama. Khusus setingan 2019, semua setingan ini milik bersama untuk bangsa. sehingga saya yakin betul bahwa semua draf atau konsep dalam perjuangan ini sudah dipikir matang-matang oleh seorang jendral sebagai seorang pemimpin bangsa yang pernah memimpin pasukan.

“Prabowo bisa memiliki peluang untuk menentukan arah bangsa ini menurut visi dia, itu yang menurut kami harus all out, tapi memang kansnya berbeda tapi menurut saya untuk kali ini  kans jauh lebih besar menurut hitungan politis. secara matematis pun kansnya lebih besar itu saya melihat dari strategi politik”.

Kenapa kami memberi nama TONSIS, TONSIS itu singkatan dari peleton khsusus, Platon khsusus itu adalah bapak-bapak pejuang diletakan pada peleton khusus. Mereka itu adalah pejuang di beri nama WANDRA, Wandra sendiri adalah perlawanan rakyat dan mereka bukan tentara tapi mereka adalah sukarelawan. Peleton Khusus merupakan kumpulan sukarelawan yang berjuang sampai tahun 1998. ABRI mengangkat sebagian dari mereka jadi Tentara dan sebagian memilih jadi masyarakat biasa, dan untuk menghormati para pejuang itu sehingga kami beri nama Tonsis PS (Prabowo Sandi) dan kami akan bermain diluar partai semacan dor to dor atau heart to heart bagi sesama timor.

Setelah saya observasi dan mengumpulkan data semuanya itu sepertinya ketakutan. Mohon maaf ya disini mereka merasa bahwa “kita tidak bisa lagi, kita bicara dari sisi partai pun mereka ragu tapi saya yakin kalaupun orang timor-timor di NTT Timor barat hanya 10 orang yang mendukung tidak masalah. Sepuluhnya utuh harus pilih Prabowo tetapikan sebagai pejuang “kami tidak boleh dong hanya membawa 10 pucuk senjata tapi kita pulang harus membawa 5 senjata dan kita bermain diluar partai dan Fakta Hukum Indonesia bisa membantu kita untuk menggugah ketakutan itu dideklarasi hari ini”, harap Octavio

“Saya minta kepada para caleg WNI ex timor-timor, kalian harus majulah.  saya mengharapkan basaudara saya orang timor-timur kita sama-sama pengikut Kristus, kita sama-sama taulah politisi tu maunya apa dan marilah kita berdoa karena kami meyakini Prabowo bisa menang”, imbuh Octavio (Om Bai)

Comments
Loading...