Informasi Terupdate Hari Ini

PLUT NTT LAKSANAKAN BIMTEK PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN DAUN KELOR

0 91

NTT-faktahukumntt.com, Kegiatan Bimbingan Teknis yang diadakan oleh Pusat Layanan Unit Terpadu (PLUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khusus mengenai mengolah Daun Kelor. Hal ini dikatakan oleh Yeremias R. A. Manu, STP.MM, Pengelolah KUMKM Provinsi NTT kepada wartawan faktahukumntt.com saat ditemui di Kantor PLUT NTT.

Yeremias mengakui bahwa ada 10 bentuk kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang ada di PLUT, dari 10 program tersebut tinggal kita pilih sesuai kebutuhan. Sebetulnya ini PLUT Provinsi NTT akan tetapi kita baru layani di Kota Kupang saja sesuai dengan anggaran yang disiapkan.

“Pelayanan UKM oleh PLUT NTT hanya di Kota Kupang saja, karena anggaran sebatas Kota Kupang sehingga belum bisa menjangkau kabupaten lainnya padahal mungkin ada kebutuhan seperti itu juga”, ungkap Yeremias.

Lanjut Yeremias, adapun tujuan diadakan Bimtek ini agar selain memperkenalkan ide/gagasan gubernur NTT tentang kelor dan manfaatnya tetapi juga mulai mengorganisir usaha Mikro Kecil yang lagi mengelolah kelor, itukan bagus sekali. Ada yang kelola budidaya, ada yang pengolahan, ada yang obat dan ada yang khusus pengolahan untuk makanan dan minuman. “Memang materinya sangat banyak namun kita punya waktu beberapa jam saja sehingga mesti memilih mana yang penting tetapi peserta2 kita itu sudah mulai bagus mengolah daun kelor seperti misalnya kue kelor, teh kelor, kopi kelor dan semua yang berbasis kelor.”

“Kita berharap dengan adanya Bimtek ini mereka mendapatkan pengetahuan tambahan tapi juga ada  skill tambahan. ‘kan mereka bisa buat walaupun terbatas untuk mereka kalau dijual-kan mesti ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Memang diakuinya bahwa Beni (salah seorang pemateri/produsen) punya pengalaman dalam mengola daun kelor namun belum memiliki lisensi untuk produksi-produksi seperti ini”, tutur Yeremias.

Dikatakan bahwa berkaitan dengan kelor sudah 2 kali diadakan Bimtek bersama dengan WVI yang juga mempunyai mitra binaan di Kabupaten Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS dan TTU. Dan itu ada macam-macam produknya namun mereka juga belum punya ijin. Kalau mau produksi harus punya ijin, misalnya di Balai POM. Namun produk punya kita tidak perlu ijin BPOM karena mahal, kita hanya butuh ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) saja. Semua mitra binaan WVI belum punya ijin sehingga kita yang mengurus ijin mereka namun biaya ditanggung oleh WVI. Sebelum urus PIRT mereka wajib ikut penyuluhan pangan di Dinas Kesehatan.

Menurut informasi ada kegiatan lain terkait dengan juragan kelor yang akan dilaunching oleh Gubernur NTT pada hari Minggu sore ini. Ini yang nanti kita akan sajikan hasil produksi makanan dan minuman dari daun kelor  di hadapan Bapak Gubernur NTT agar bisa mencicipi makanan atau minuman tersebut. Sehingga teman-teman yang ikut kegiatan Bimtek ini diminta bersedia menjadi mitra sekaligus mendukung kegiatan launching Juragan Kelor. Dengan begitu Bapak Gubernur bisa melihat usaha UKM di Kota Kupang bisa produksi daun kelor. “Kita berharap agar UKM Kota Kupang terus bekerja sama dengan PLUT untuk mendukung juragan Kelor. Inikan salah satu trend dan ini dikelola oleh Penggagas untuk mendukung program Gubernur NTT”, harap Yeremias.

Yeremias menyampaikan bahwa informasi mengenai pengembangan tanaman kelor didapatnya saat ikut serta dalam kunjungan kerja Ibu Gubernur ke Sekolah Kelor Solamu.  Dari situ mulai diutarakan tentang Kelor. Sejak itu kita mulai menggagas apa yang perlu kita dukung, kalau budidaya-kan tidak mungkin karena butuh lahan dan itu ada pada masyarakat. Tetapi mengolahnya kan perlu, minimal untuk kebutuhan rumah tangga seperti kue untuk makanan anak yang mengandung gisi. Atau sebagaimana sudah disampaikan bahwa minum air rebusan dan makan rebusan daun itu sudah mengandung gisi.

Hal lainnya bahwa daun kelor bisa diolah untuk berbisnis. saat ini sedang dikerjakan pengelolaan daun kelor agar rakyat semakin banyak konsumsi kelor maka gizi terpenuhi. Selain itu juga terdapat program pemerintah yang bermacam-macam terkait dengan stunting dan sebagainya. Itukan bisa diatasi dengan salah satunya yakni Kelor. Sehingga dalam Bimtek kali ini dititikberatkan pada pengembangan Kelor untuk berbisnis. Melalui bisnis selain bisa menghasilkan juga dapat menyerap tenaga kerja dengan demikian ikut mendukung program Gubernur NTT khususnya terkait soal Human Traffiking.

“ya…walaupun sedikit namun kita juga ikut berkontribusi untuk mengatasi masalah Human Traffiking”, kata Yeremias.

Menurut Yeremias, sebenarnya kalau untuk pengolahan kita sasarkan pada usaha mikro kecil karena usaha mikro kecil merupakan tangungjawab kabupaten/Kota dan Provinsi. Usaha Mikro itu di bina, didukung oleh Kabuppaten/kota. Sedangkan usaha kecil didukung oleh Provinsi.  Ada 4 kelompok yakni Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah, dan Usaha Besar.  Usaha Mikro diciptakan dan dibina oleh Kabupaten/Kota. Usaha Kecil ini dibina dan didukung oleh Provinsi menjadi menengah dan usaha menengah ini menjadi tanggung jawab pusat, kalau ada usaha menengah yang ada di NTT itu menjadi tugas pusat untuk membina bukan Provinsi, walaupun locusnya ada di Provinsi. Sehingga kita fokus pada usaha mikro dan usaha kecil; usaha mikro mendukung kabupaten sedang usaha kecil adalah kewenangan provinsi.

Hadir sebagai peserta dalam Bimtek ini yakni, PKK Provinsi, PKK Kota Kupang, PKK Kecmatan dan PKK Kelurahan. Hadir juga produsen-produsen kelor yang ada di Kota Kupang. “Khusus bagi Produsen kelor kami minta untuk mengisir formulir tentang hasil produksi masing-masing agar bisa disajikan pada saat kegiatan launching Juragan Daun Kelor nanti”, jelas Yeremias. (Mariani)

 

Comments
Loading...