fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

Kadis Koperasi, PLUT NTT Siap Berbasis Kelor

0 108

NTT (faktahukumntt.com), Kadis Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kosmas D. Lana mengatakan bahwa Pusat Layanan Usaha Terpadu Provinsi PLUT NTT siap Berbasis Kelor. Hal ini dikatakan Kadis saat acara Launching Pusat Pengelolaan Kelor dan Jurangan Kelor di halaman Kantor PLUT NTT.

Menurut Kadis, bahwa acara launching ini apa pun itu entah terminologi atau shop kita belum tahu ya. Yang pasti  launching pusat pengelolaan kelor dan Juragan Kelor di gedung ini kita namakan PLUT PUSAT LAYANAN USAHA TERPADU. Itu artinya semua UMKM itu bisa melakukan aktivitas di sini. Tapi dengan adanya launching hari ini kita mau jadikan PLUT berbasis kelor.

“Tetap namanya PLUT tapi yang dimaksud dengan PLUT yang berbasis Kelor ini adalah mulai dari sekolah kelor sampai nanti dengan bagaimana pengeksporannya atau ditatakelolakan komoditi-komoditi yang dihasilkan dari Kelor. Arahan Gubernur tadi sudah sangat jelas bahwa semuanya itu tetap dikerjakan oleh Koperasi. Tetapi koperasi yang bisa mengerjakan itu hanya koperasi sektoril bukan koperasi simpan Pinjam. Hal itulah nanti segera akan tindaklanjuti untuk merekrut tenaga-tenaga yang profesional di bidang pengelolaan Kelor atau disebut Keloris lalu kita siapkan wadahnya koperasi produksi atau koperasi sektoril yang berbasis kelor”, jelas Kadis

Lanjut Kadis, semua tentang kelor, yang ada saat ini sebelum dilakukan launching sesuai dengan namanya pusat layanan usaha terpadu (PLUT), maka semua usaha boleh dan sesuai arahan Gubernur sebelum launching adalah mengenai komoditi atau usaha-usaha lain itu bisa tetapi harus disiapkan space khusus yang lebih besar itu harus kelor. Gubernur tidak membatasi usaha yang lain tetapi kelor harus diberikan ruang yang lebih besar.

Mengapa mesti Kelor yang utama? yang gubernur maksudkan adalah untuk menciptakan usaha-usaha mikro kecil yang mumpuni. Seseorang yang bekerja dengan kekhususan tertentu, komoditi tertentu dan profesional tertentu dialah yang unggul. Itu yang dimaksudkan oleh Gubernur.

“Minta maaf saya menterjemahkannya seperti itu, kalau bekerja untuk satu usaha dalam satu komuniti kemudian banyak sekali yang harus diberikan input itu saya kira tidak terlalu bagus. Kita kerja banyak tetapi tidak mencapai apa-apa, tetapi kalau kerjanya fokus, khusus atau kerja-kerja yang spesial itulah mencerminkan keunggulan kita. Keunggulan kita terletak dari profesionalitas kita, kemampuan berinovasi serta berkreasi, itulah yang saya tangkap dari Gubernur sehingga kita siap laksanakan”, ungkap Kadis.

Kadis juga membeberkan bahwa Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan bahwa kadis koperasi harus menjadi yang utama untuk pengolahan Kelor sampai dengan perdagangan kelor. Maka tidak ada kata lain siap dan basisnya Gubernur sudah sebutkan tadi Koperasi bukan perusahaan terbatas, bukan CV, bukan firma harus Koperasi. Karena memang di dalam visi misi pa Gubernur program aksi kedua itu jelas penguatan kelembagaan ekonomi rakyat yang disebut kelembagaan ekonomi rakyat itu salah satu yang utama adalah koperasi. Dan inilah peritah dari Gubernur agar ke depannya saya bisa wujudkannya.

“Gubernur memerintahkan saya untuk kerja kerja ke depan ini adalah berbasis koperasi. Jadi melalui koperasilah disalurkan tanaman kelor, melalui koperasilah mengelolanya, dan hasil prodaknya diantarpulaukan atau diekspor. Jadi produksi, konsumsi plus distribusi ada di koperasi”, tutur Kadis.

“Saya siap karena saya pasti tidak bekerja sendiri. Ada banyak orang hebat yang punya pikiran-pikiran bisnis yang hebat itulah yang akan bekerja. Terkait dengan hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada saat sekolah kelor dibuka. Tahun ini kita akan buka sekolah kelor dan gedung sudah siap”.

Mengenai sekolah kelor Kadis menjelaskan bahwa pelatihan, bimtek, kursus itu berbeda hakekat dengan sekolah. Sekolah itu pasti terindikasi formal tetapi karena ini dikhususkan hanya untuk kelor maka kita sebut sekolah namun tidak formal akan tetapi mau dibuat gema yakni sekolah kelor. “Ya namanya sekolah itukan dia tidak boleh main -main to. Sekolah itukan ada ujian sedangkan Bimtek, pelatihan tidak ada ujiannya, itu maksudnya”, jelas Kadis.

Dalam kesempatan ini Kadis juga mengingatkan tentang permintaan gubernur agar seluruh jenis kue dari daun kelor setiap hari hukumnya wajib untuk di hantar di Kantor Gubernur. “Untuk ini pelaku usaha kelor sudah dibekali dengan pelatihan selama 2 minggu yang lalu sehingga mereka sudah bisa”, tegas Kadis.

Comments
Loading...