Informasi Terupdate Hari Ini

CAMAT KUPANG TIMUR TINJAU LOKASI BENCANA ALAM

0 109

Kab.Kupang-(faktahukumntt.com), Bencana Alam yang menimpa warga Kelurahan Babau yang bermukim di tepi Kali Taklale akibat derasnya hujan menelan kerugian materil dan non materiil.

Hal ini terungkap ketika Camat Kupang Timur, Agustinus Leka mendatangi korban dan meninjau langsung di Lokasi bencana, (Selasa, 27/02/2018). Peristiwa ini terjadi tepat pukul 02.00 WITA pada saat semua warga dalam keadaan tidur pulas. “Tiba tiba kami dikejutkan dengan bunyi reruntuhan Bronjong dan dapur sehingga kami berhamburan untuk menyelamatkan diri maaing-masing”, ungkap Vasco (Salah satu korban).

Vasco, menuturkan bahwa pada tahun 2011 saya mengajukan bantuan ke pemerintah dan mendapat bantuan berupa Bronjong kosong dan saya sendiri dengan kondisi apa adanya berjuang sendiri mengumpulkan batu, memasukan ke Bronjong dan kemudian menyusun sebagai pembatas sekaligus penahan aliran banjir. “maklum ini tenaga manusia sehingga kurang kuat menahan derasnya banjir sehingga beginilah kejadiannya. Dapur saya dan peralatan dapur semuanya terbawah banjir. Jika ini tidak segera di atasi maka rumah bahkan kami sekeluarga bisa jadi korban bila hujan deras”, cerita Vasco.

Hal yang sama diungkapkan oleh korban yang lain, Sabon mengatakan bahwa saya dan keluarga telah menjadi korban dan kerugian yang ditimbulkan jika dinilai dengan uang maka sekitar 40an juta. Oleh karena itu kami berharap agar pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait dapat membantu kami khususnya membangun pembatas Kali sehingga kami yang bermukim di tepi Kali bisa terhindar dari banjir pada saat hujan Lebat.

Ketika dimintai tanggapannya Camat Kupang Timur, menyampaikan bahwa pada prinsipnya kita tidak bisa menolak datangnya musibah. Seyogyanya sebagai manusia yang sempurna maka berpikirlah kalau mau membangun rumah dekat Kali. Perlu mempertimbangkan efeknya di kemudian hari sehingga tidak kaget jika terjadi bencana seperti ini.

Saya menganjurkan bagi para Lurah/Kepala Desa agar hal seperti inilah yang perlu diusulkan pada saat musrembang apa yang mau dibuat sehingga Pemda Kabupaten Kupang dapat membangun pembatas kali. Dengan demikian masyarakat tidak kuatir keselamatan hidupnya saat banjir datang.

“Peristiwa ini terjadi pada malam hari. Untungnya hanya dapur yang roboh kalau rumah ikut roboh maka tentunya semua keluarga ini menjadi korban. Singkatnya saya mau mengajak semua warga masyarakat bahwa musibah ini bukan hanya ditimbulkan oleh banjir saja melainkan juga ulah kita sendiri. Oleh karena itu marilah kita menjaga kebersihan lingkungan sekitar khususnya jangan buang sampah sembarangan di kali agar tidak menjadi sarang nyamuk dan juga dapat menghambat aliran air”, Tutur Leka.

Camat Kupang Timur dalam kesempatan ini menghimbau kepada seluruh Lurah maupun Kepala Desa agar sesegera mungkin mendata semua potensi potensi terjadinya bencana dan diajukan dalam musrembang sehingga pada saat musrembang itu dibahas dan jika disetujui maka bisa menjadi program Pemerintah dalam tahun berjalan.

Camat  juga menghimbau masyarakat setempat agar bersama sama secara bergotong royong, bahu membahu membangun penyangga Kali ini sambil menunggu bantuan dari Pemerintah.

Di tempat terpisah saat ditemui diruang kerjanya, Lurah Babau, Robianto Meok mengatakan bahwa warga korban banjir belum melapor ke kelurahan sehingga dirinya tidak mengetahui ada kejadian tersebut.

“Walaupun belum ada laporan warga, setelah mendengar informasi ini saya akan terjun ke Lokasi untuk mendata semua kerugian yang terjadi untuk dilaporkan ke Bupati melalui Dinas terkait yakni BPBD dalam hal tanggap darurat dan Dinas Sosial agar para korban bisa mendapatkan bantuan”, ujar Robi.

 

 

 

 

 

Comments
Loading...