Informasi Terupdate Hari Ini

ANITA J. GAH: POLA HIDUP SEHAT MENCEGAH MENINGKATNYA PENYAKIT TIDAK MENULAR

0 80

FHI-Kupang, Pentingnya masyarakat menyadari pola hidup sehat, mengingat bahwa pada akhir-akhir ini banyak makanan yang dikonsumsi masyarakat yang tidak higienis yang sangat berdampak pada kesehatannya sendiri, kata Anita Jacoba Gah (Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat).

Program Gerakan Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) degan Visi: Obat dan Makanan Aman Meningkatkan Kesehatan dan Daya Saing Bangsa. Misi: Meningkatkan sistem pengawasan obat dan makanan berbasis risiko untuk melindungi masyarakat, mendorong kemandirian pelaku usaha dalam memberikan jaminan keamanan obat dan makanan serta memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan, meningkatkan kapasistas kelembagaan BPOM.

Anggota DPR RI, Anita Jakoba Gah bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam rangka sosialisasi komunikasi untuk menyadarkan masyarakat agar kembali mengkonsumsi makanan yang sehat di Kupang pada kamis, 24 Mei 2018 yang bertempat di gedung Gereja Galed Kota Kupang. Anita mengatakan “bangsa kita dalam keadaan bahaya yang diakibatkan meningkatnya penyakit yang tidak menular seperti Jantung, Struk dan lain-lain. Hal ini disebabkan pola hidup dan pola makan yang tidak sehat sehingga sangat mengganggu keuangan Negara yang diklaim oleh BPJS Kesehatan bahwa banyak yang cuci darah dan hampir uang negara tersedot hanya untuk membiayai orang sakit sehingga pemerintah mencari solusi agar masyarakat harus diberitahu untuk menjaga pola hidup yang sehat guna terhindar dari penyakit yang tidak menular”.

Pada kesempatan tersebut Anita mengatakan “ia lebih memilih kader posyandu sebagai ujung tombak untuk menyampaikan hal ini sebab merekalah yang lebih dekat dengan masyarakat dan dapat melihat secara langsung keadaan masyarakat yang tidak mampu. Dari merekalah sumber informasi atau perpanjangan tangan antara masyarakat dengan pemerintah terkait dengan kondisi kesehatan masyarakat dan sebaliknya pemerintah dapat meneruskan program-programnya ke masyarakat”. Pada kesempatan itu para kader posyandu pun menyampaikan keluhannya bahwa uang kesehatan mereka sudah 7 bulan belum dibayar oleh pemerintah kota, harapan Anita agar dana-dana kesehatan segera di cairkan oleh pemerintah kota karena itu sangat diperlukan oleh mereka.

Saat ditanyai oleh wartawan terkait dengan efektifkah program pemerintah dalam mengatasi kendala-kendala dalam bidang kesehatan Anita mengatakan bahwa sebetulnya program pemerintah bagus dan anggaranya banyak namun saya lihat sosialisasinya yang tidak berjalan maka tentunya penerapannya sangat minim. Dalam melakukan sosialisasi banyak keluhan dari masyarakat bahwa mereka sudah mengetahui yang namanya BPJS Kesehatan dan sebagian mengatakan tidak mendapat kartu KIS, walaupun mereka memiliki kartu KIS saat di rumah sakit mereka ditolak. Anita mengungkapkan fakta yang pernah terjadi pada seorang ibu yang memiliki kartu KIS namun saat ibu tersebut melahirkan anaknya ditahan oleh pihak rumah sakit umum dan oleh pihak rumah sakit umum menuntut untuk membayar biaya persalinan sebesar 34 juta.

“Ini faktanya bahwa si ibu pemengang kartu KIS yang dibiayai pemerintah seharusnya seluruh biaya kelahiran anaknya langsung dijamin oleh pemerintah dan pihak rumah sakit harus tahu itu”, tegas Anita.(Mariani)

Comments
Loading...