Bupati Korinus Ajak Masyarakat Waspada Terhadap Penyakit ASF

Dibaca 230 kali

SOSIALISASIKAN BAHAYA PENYAKIT AFRICAN SWINE FEVER (ASF) PADA TERNAK BABI

FAKTAHUKUMNTT.com. – OELMASI, Bupati Kupang Korinus Masneno mengajak masyarakat waspada terhadap serangan penyakit African Swine Fever (ASF) yang saat ini menyerang ternak babi di Timor Leste. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisaai Kewaspadaan Dini terhadap penyakit African Swine Fever (ASF), Selasa (08/10-2019) bertempat di ruang rapat Bupati Kupang di Kota Oelamasi.

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wabup Kupang Jerry Manafe, Sekretaris Daerah Obet Laha, Forkompimda, Kadis Peternakan Propinsi Ir. Dani Suhadi, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian , perwakilan Veteriner Denpasar, para Asisten dan para pengusaha dan peternak Babi di Kabupaten Kupang.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Lebih lanjut Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan saat ini isu penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi sudah beredar dan dalam tahap yang mencemaskan. Meski belum ada di Indonesia tapi memang sudah mendekati daerah kita, sehingga jika tidak diantisipasi akan sampai ke Indonesia khususnya di NTT.[sc name=”BACA JUGA” ]

Pada kesempatan tersebut dirinya menyatakan yang menjadi persoalan sampai saat ini belum ada vaksin penanganan penyakit ini. Dan jika terserang dampaknya akan sangat buruk, babi yang ada akan mati 100 %. Menghadapi situasi tersebut, Pemda tidak akan main-main dan bersikap serius.

Dikatakan Masneno, sebagian besar masyarakat khususnya Kab. Kupang memiliki usaha dibidang peternakan (khususnya babi) sehingga penanganan terhaap bahaya penyakit ini harus serius ditangani, karena akan mempengaruhi tingkat ekonomis dan usaha masyarakat yang sangat besar. “Kita telah beralih pola makan dan jenis makanan dari pemenuhan jenis hewani dari peternakan sapi ke peternakan babi dan sudah menjadi jenis usaha rakyat.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Baca Juga :  Jerry Manafe : Pemkab Kupang Bangun Komunikasi Dengan PT Telkom Atasi Jaringan Komunikasi dan Transportasi Di Wilayah Amfoang

Mari semua pihak bergandengan tangan cegah dan tangkal penyakit ini. Di perbatasan ternak babi dari luar jangan dibiarkan masuk karena dapat menular sangat cepat,” ungkap Masneno.[sc name=”BACA JUGA” ]

Kendati demikian dirinya mengingatkan masyarakat agar jangan cemas, karena penyakit ini tidak menular atau menyerang manusia, hanya menyerang ternak babi saja. Beberapa upaya yang penting dilakukan diantaranya memberi instruksi Bupati yang disampaikan kepada para Camat , Lurah, Kades,  Tomas dan Toga untuk bisa membantu meluaskan jaringan sosialisasi kepada para peternak maupun para konsumen agar lebih waspada. Sosialisasi melalui media massa cetak dan elektronik sangat penting terutama koordinasi bersama forkompimda dalam upaya antisipasi penyebaran penyakit ini.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Baca Juga :  Presiden Jokowi Serahkan Sertifikat untuk Rakyat di NTB

Wabup Kupang Jerry Manafe nyatakan pentingnya penanganan secara ekstrim dengan melarang hewan babi dan makanan olahan dari luar NTT Masuk dan menginfeksi ternak babi di sini. Dinyatakannya bahwa Jenis penyakit ini belum ada vaksin untuk bisa mengobatinya. Virus ini berasal dari Afrika dan merambat ke negara Timor Leste. Tapi sudah menjadi keresahan bagi masyarakat. Oleh karena itu kita harus mengantisipasi penyakit ini serta gejolak pasar yang berkaitan dengan pandangan masyarakat. Dikatakan apakah viruz ASF ini sudah terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia khususnya di Kab. Kupang atau hanya di Timor Leste saja. Saya harapkan dari Dinas Peternakan Prop dan Kabupaten untuk bekerja sama mendeteksi  penyakit tersebut.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Kadis Peternakan Propinsi Ir. Dani Suhadi menambahkan , populasi ternak babi di Kab. Kupang 421.031 ekor dan dapat dikatakan akan terancam akibat ASF. Diprediksikan akan mengalami kerugian sebesar 1.429.400.245.[sc name=”BACA JUGA” ]

Baca Juga :  Respon Cepat Pembangunan Kantor UPT BKN NTT, Wabup Jerry Dipuji  Kepala BKN Pusat

Suhadi mengatakan , flu babi Afrika ( Afrika Swine Fever) disebabkan karena virus Asfarviridae. Penyakit ini dapat menyerang babi dari segala usia baik itu babi domestik maupun babi liar dan tidak menular ke spesies lain termasuk manusia. Tingkat kematiannya yang tinggi 100% dari populasi kerugian. Kontaminasi terjadi melalui kontak langsung dengan jaringan dan cairan tubuh dari babi yang terinfeksi termasuk pembuangan dari hidung, mulut, urine dan feses atau semen yang terinfeksi.

Selain itu , Suhadi menambahkan bahwa virus ini juga menyebar melalui transportasi dan konsumsi produk makanan yang terkontaminasi karena tidak ada vaksinasi yang terbukti mencegah atau menyembuhkan infeksi tersebut.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Oleh karena itu Suhadi mengatakan bahwa pengendalian sangat penting dimulai dari peternakan.

Kepada Dinas Peternakan berharap jika ada jenis vaksin yang bisa menolong mengantisipasi secara dini, maka Pemda Kab. Kupang mesti siap mengambil langkah-langkah dini untuk mengatasinya. (**)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment