BUPATI KUPANG, AKSI NYATA TINGKATKAN PAD

Dibaca 327 kali

FHI KUPANG, NTT – Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno mengakui minimnya PAD Kabupaten Kupang namun bertekad melakukan aksi nyata tingkatkan PAD.
“itu target utama dalam 100 hari kerja masa kepempinan saya bersama Pak Jerry”, Kata Korinus.

Peningkatan PAD tersebut menurutnya langsung melalui program 100 hari kerja dengan sistem secara online.
Ia menjelaskan, Sebagai Bupati dan wakil Bupati periode 2019 -2024, kami akan fokus tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, kekuatan Fiskal daerah hingga tahun 2019, kontribusi PAD hanya 6,2 persen dari total APBD sebesar 1,2 Triliun rupiah. Sedangkan PAD Kabupaten Kupang hanya sekitar 80 miliar dan telah dibagi habis untuk pembayaran tenaga honor sebesar 40 miliard. Sedangkan sisanya 40 miliard untuk pembiayaan rutin dan legislasi daerah yakni DPRD.

“kami harus berupaya meningkatkan PAD untuk akselerasi program yang membooming sebab kebanyakan dana yang kami peroleh dari pusat baik berupa DAUR, DAK, dan Dana Perbantuan datang sudah ada ciri programnya yang tidak bisa kita interferensi. Hanya ada penyesuaian”, ungkap Korinus.

Baca Juga :  Wagub NTT: Semua Program Kerja Harus Berdampak Langsung Untuk Masyarakat

“Jadi kita tidak bisa mengharapkan bantuan dana dari pusat. Yang bisa membantu kita hanya mengolah sumber daya yang ada guna peningkatan PAD”, tegas Korinus.

Secara tegas dikatakannya, Konsep meningkatkan PAD tidak bisa hanya mengandalkan dari sumber Galian C dan pajak sektor jasa saja tetapi diperlukan inovasi baru untuk peningkatan PAD itu.
Kita harus akui bahwa sumber PAD di kabupaten kupang sangat minim sekali maka perlu ada inovasi baru untuk Pembangunan ekonomi kreatif, salah satunya melalui peningkatan kualitas produksi minuman khas daerah (sopi). Jika kemasan dan diproduksi dengan baik, higienitasnya terjamin maka akan menjadi minuman dengan nilai ekonomis tinggi. Jika sehari Kita mampu memproduksi 500ribu botol maka tentunya kita mendapatkan pemasukan 1 miliar setiap harinya, bila kena pajak 2000 per botolnya.

Baca Juga :  *Pemprov NTT Tingkatkan Kesiapsiagaan Mengantisipasi Risiko Tumpahan Minyak di Laut*

Sedangkan untuk retribusi galian C kita akan laksanakan dengan sistem non tunai. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari tingkat kebocoran PAD yang sangat tinggi melalui cara manual. Misalkan karcis retribusi “kan bisa dimainkan” hilangnya karcis rusak dan sebagainya. Pola Ini yang kita haru diubah.

“Kita akan membangun dua atau tiga tempat dengan sistem canggih semacam pintu tol. dilengkapi dengan peralatan canggih dan sistemnya secara online”, Jelas Masneno.

Sementara pajak rumah makan, lanjut Masneno, akan kita tata dan lengkapi dengan sistem yang baik sehingga saat pelanggan membayar akan langsung terkoneksi dengan Bank NTT dan langsung dilakukan pemotongan pajaknya. Sumber lainpun dapat di lakukan dengan cara pembayaran non tunai. Setiap item pembelanjaan ATK langsung diteruskan ke tempat penyedia ATK.

Baca Juga :  Bandara Internasional El-Tari Kupang menjadi Destinasi yang Terintegrasi Kata Gubernur VBL

Lebih lanjut dikatakan, semua ini bisa terwujut apabila kita sama-sama membuka diri, saling memahami satu sama lain karena hanya dengan situasi yang kondusif kita bisa membangun dengan suasana yang suka cita di negeri yang kita cintai ini.

“Membangun kabupaten kupang tidaklah mudah ibarat membalikan telapak tangan. Apalagi kita baru keluar dari kota kupang jadi masih dalam pembenahan”, Pungkas mantan wakil bupati kupang ini. (Yos Bataona)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment