Bupati Simon Nahak : Singkirkan Perbedaan, Mari Kita Cetak Gol Terakhir “Kesejahteraan”

Dibaca 4.2K kali

MALAKA, faktahukumntt.com – 03 Mei 2021

When politic end administration begin,  diungkapkan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., saat menyampaikan pidato perdana di hadapan Anggota DPRD kabupaten Malaka, 03 Mei 2021 mengingat masih terasa aura perbedaan politik di kalangan masyarakat. Padahal berakhirnya politik maka era pemerintahan dimulai.

Benarkah demikian, mengingat bahwa pemerintahan yang demokratis itu bisa tercipta jika parpol berperan sangat aktif di dalamnya. Sementara dalam adagium ilmu politik dikenal “when politic end administration begin”.

Adagium ini menegaskan bahwa hubungan politik (parpol) dan administrasi (pemerintah) tidak bisa harus dihilangkan. Manakala pemilu berakhir, ketika proses politik berakhir dan pemerintah mulai terbentuk atau dengan kata lain, “fungsi politik berakhir maka fungsi administrasi itu mulai” (when politic end administration begin) maka parpol berperan aktif dalam membentuk dan proses kegiatan pemerintahan.

Dalam proses politik yang lalu, faktanya hanya terdapat 5 kursi dari 3 partai yang menyatakan dukungan sekaligus menghantarkan kami menjadi pemenang pemilu. Tetapi itu ‘kan terjadi saat pertarungan politik. dan semua sudah selesai. Dan sudah saatnya fungsi administrasi itu mulai, maka tidak ada lagi sekat yang membeda-bedakan. “Pilihan politik memang berbeda tetapi ingat, kita semua basudara”, tandas Bupati Simon Nahak dihadapan anggota DPRD Kabupaten Malaka.

Lajut Simon Nahak, Tidak ada lagi lawan, yang ada adalah kawan, tidak ada yang lebih hebat, tidak ada yang lebih super, yang hebat yang super adalah kita. karena itu mari kita bersama untuk bekerja. Bekerja dan bekerja bangkit, semangat, untuk membangun Rai Malaka.

Baca Juga :  Kerjasama Di Bidang Hukum, Wali Kota dan Kajari Kota Kupang Teken MoU

Tantangan terbesar bagi kita adalah ketika tidak ada “persatuan”. Ini disebabkan masing masing dari kita tetap mempertahankan, egoisme, keangkuhan, dan tidak berani untuk berkata jujur dan tetap pada keinginan untuk memanipulasi. Sikap seperti ini justru membuat kita menderita dan membawa kerugian bagi orang lain. Jadi alangkah baiknya kita harus bersatu”, pinta Simon Nahak

Bupati Malaka menegaskan bahwa dengan bersatu bukan berarti tidak ada lagi kritikan. Bukan demikian, walaupun kita bersatu namun dirinya tidak alergi untuk dikritik. Demi kemajuan Malaka silahkan anda kritik, tapi tolong sampaikan dengan data asli tanpa rekayasa.

Jangan gunakan data palsu, atau asal bapa senang. karena ketika itu terjadi maka arahnya jelas yakni penghinaan, pemfitnaan, dan akan membahayakan bagi diri sendiri.

“Saya senang, saya bangga kalau bapak dan ibu dewan kritis terhadap kami; bersama jajaran pemerintah. Tetapi kritiklah, dengan baik dan benar karena kita semua basudara”, ucap Simon Nahak

Baca Juga :  Waooo…1 Kilo Meter Demi Air Bersih

Sebenarnya apa yang kita inginkan untuk membangun Malaka tentu kita semua punya panduan.

Namun hari ini saya dipercayakan bersama pak Kim Taolin untuk memimpin Malaka. Tentunya kami punya visi dan misi yang yang menjadi panduan dan harus kami sosialisasikan serta implementasikan. Jika tidak sesuai menurut Bapak dan Mama Dewan, mari kita sama-sama duduk dan kita koreksi. “Kami pasti menerima masukan dengan argumentasi harus jelas, pasti, dan asli sehingga berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan individu atau kelompok”, ujar Simon Nahak.

Endingnya, menurut Bupati Simon Nahak adalah kesejahteraan masyarakat Malaka, inilah tujuan akhir dari sebuah visi misi. Untuk itu kita harus bekerja bukan berbicara. Visi dan misi sudah kami sampaikan. Visi kami adalah terwujudnya kabupaten Malaka yang berbudaya, berkarakter, beraklak, mandiri, berkarir dan sejahtera.

“Berbudaya artinya menempatkan Hukum cinta kasih diatas segalanya. saya adalah kamu, kamu adalah saya, berbudaya tidak hanya dibibir mari kita implementasikan budaya.

Berkarakter artinya memiliki tingkah laku yang mampu menonjolkan nilai (benar – salah, baik – buruk) secara implisit atau pun ekspilisit. “Kalau benar katakan benar dan sebaliknya salah katakan salah”. Apa yang kita bicarakan itulah yang harus kita lakukan.

Baca Juga :  Penuhi Kebutuhan Masker, Pemko Batam Kumpulkan Pengusaha Konveksi

Ketika kita mampu melakukan apa yang seharusnya dilakukan tentunya kita juga mampu bersikap adil bagi masyarakat Malaka. Bupati dan Wakil Bupati tidak sendirian membangun Tanah Malaka. Bupati dan Wakil Bupati ada karena rakyat. Bupati dan Wakil Bupati ada karena ada dewan disini. Kita harus berbagi kebahagiaan, saling berbagi karena jika ada yang tidak mendapat bagian saya sangat tersentuh/ibah/. Semua harus mengalami kebahagiaan bersama.

Mari kita sama-sama lakukan sesuatu yang baik. Dan gol terakhir, sasaran terakhir sebagaimana yang dikatakan pak ketua DPRD, “cetak gol, cetak cetak gol, dan gol terakhir adalah sejahtera bagi masyarakat Rai Malaka.

Kalau Bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Mari kita bersama-sama membangun Rai Malaka. “Perbedaan dalam politik itu hal yang wajar, lawan dalam politik hal yang wajar, tapi sentimen-sentimen kata-kata kasar, kata-kata hina, singkirkan semua karena yang kita lakukan adalah bekerja dan bekerja untuk rakyat”, pungkas Simon Nahak.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment