Dampak Covid-19, Banyak Karyawan di-PHK dan THR Ditiadakan

Dibaca 188 kali

Faktahukumntt.com – KOTA BATAM

Dampak Covid-19 di sektor perindustrian Kota Batam sangat terasa. Banyak perusahaan yang mengaku mengalami kerugian, dan bahkan sampai melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja.

Pangkorda Garda Metal, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Suprapto mengatakan, saat ini pihak buruh tentunya sangat risau dengan adanya pandemi ini.

Banyak yang mengalami PHK, apalagi ada anjuran dari pemerintah bahwa THR ditiadakan.

“Ini kan merugikan pekerja. Dan apabila teman-teman pekerja itu nanti dirumahkan, tanpa ada pendapatan, ini pasti akan bermasalah,” ujar Suprapto kepada batamnews, Selasa (8/4/2020).

Menurutnya, saat ini perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah mendapatkan keringanan dari pemerintah terkait masalah tenaga kerja.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Tol Depok-Antasari Seksi I

“Sehingga pandemi seperti ini jangan digunakan lagi untuk menekan para pekerja. Okelah untuk para ASN dan pekerja kantoran yang bisa bekerja di rumah, teman-teman yang bekerja di galangan kapal, outsourching kan tetap bekerja di luar. Meskipun dengan risiko adanya penularan virus ini. Artinya kami tetap mendorong perekonomian di Indonesia,” kata Suprapto.

Terkait adanya perusahaan-perusahaan yang mengalami kerugian, Suprapto tentunya tetap berharap agar jangan sampai terjadi PHK. “Tapi kalau memang kondisi ini terjadi dan perusahaan melakukan PHK, tetap berikan hak-hak karyawan sesuai peraturan perundang-undangan,” ucap Suprapto.

Baca Juga :  Tanggapi Ucapan Selamat Dari SBS Di Tribunnews, Simon Nahak: Mereka Saudara Saya.!

Berbicara masalah dirumahkan 14 hari tanpa digaji, Suprapto tentunya tidak setuju dengan aturan itu. Selain bisa merugikan perusahaan, hal itu tentunya juga merugikan pekerja.

“Ya kalau misalkan dipaksa cuti 14 hari tanpa digaji, terus kami di rumah mau makan apa? Nggak ada pendapatan. Okelah pemerintah memberikan bantuan seperti beras dan minyak goreng, terus kami mau makan nasi putih saja tanpa lauk? Minyak gorengnya untuk masak apa?” Kata Suprapto.

Dia mengaku sudah menyampaikan keluhan ini kepada pemerintah secara lisan, bahwa pemerintah harus memperhatikan hal ini.

Baca Juga :  WAGUB NAE SOI MINTA PERAN LAPAS DAN RUTAN DIPERKUAT

“Pemerintah harus berani mengeluarkan data, bahwa pekerja terdampak Covid-19 ini, ya harus ada langkah pemerintah untuk menyuplai pekerja-pekerja online dan lainnya. Supaya apa, mereka tetap bisa menghidupi keluarganya,” ucap Suprapto. (Niko Laka)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment