Bengkel Appek NTT: DPRD Dan OPD Kabupaten Kupang Mesti Melihat Isu Prioritas Di Masyarakat Yang Perlu Penanganan Semua Pihak

Dibaca 210 kali

FHI-Kab-Kupang, Hal ini dikatakan oleh Koordinator Umum Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung (Bengkel Appek), Vincen Bureni dalam dialog untuk Kemitraan dengar pendapat Forum Warga Kelompok Rentan dengan DPRD dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pada hari Kamis (31/05/2018) di Gedung DPRD Kabupaten Kupang.

Dalam dialog tersebut kata Vinsen, Pemda dan DPRD bersepakat untuk memprioritaskan isu-isu penting di masyarakat yang dapat meningkatkan ekonomi masayarakat. Pemda dan DPRD sepakat akan mengalokasikan anggaran setelah pemilihan bupati. Selain itu akan mendorong para kepala desa agar menyiapkan anggaran melalui dana desa.

Baca Juga :  Camat Kupang Barat Buka Workshop Yang Diselenggarakan Oleh Rumah Harapan GMIT Dan Solidarity Center

Menurut Vinsen Bureni, dialog kemitraan antara Bengkel Appek, Forum Warga Kelompok Rentan dengan DPRD kabupaten Kupang dan Pemda Kabupaten Kupang bertujuan untuk mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan DPRD supaya dapat melihat isu-isu prioritas yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak, dialog yang di motori oleh Bengkel APPEK dengan menghadirkan masyarakat dari 31 Desa binaan se-Kabupaten Kupang.

Lanjut Vincen, Isu-Isu penting yang diangkat oleh Bengkel Appek yang kurang mendapat perhatian dari stakeholder adalah, Pertama, Peningkatan Ekonomi Bagi Pemuda, yang bertujuan agar pemuda tidak cenderung berimigrasi keluar daerah dan luar negeri. Kedua, Pendidikan Yang Layak Dan Aman Bagi Pendidikan Dasar, bertujuan agar peningkatan sarana dan prasarana demi keamanan siswa, dan Ketersedian Gizi. Hal ini dikarenakan masih adanya ego sektoral dan perencanaan tanpa data dan lokasi serta pembagunan belum sesuai karakteristik wiilayah dan kurangnya sinergi antar komponen utama. Ketiga, Keadilan Dan Kesetaraan Serta Kepimpinan Perempuan Dan Disabilitas, yang mempunyai tujuan untuk mengangkat kaum perempuan dan disabilitas dengan memberikan Partisipasi, akses, manfaat dan control terhadap sumber daya pembangunan. Keempat, Pengembagan Sumber Daya Laut dan Pesisir yang Ramah Lingkungan. Dengan melihat kekayaan laut dan pesisir perlu dikelola untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan Tata Kelola Pemerintahan Desa.

Vinsen Bureni juga menjelaskan bahwa, Bengkel APPEK Adalah Organisasi yang bergerak dalam bidang kemanusiaan memiliki perhatian kepada warga masyarakat, untuk warga berdaya dan mandiri yang didukung oleh tata kepemerintahan yang demokratis. Bengkel Appek berada di NTT sejak tahun 2006, pelaksanaan kegiatannya telah meliputi daratan Timor (Kota Kupang-Atambua) dan Sumba yang diberi nama SISTIMOR, sedangkan Bengkel Appek dalam bulan ini akan memasuki Lembata, Sika dan Nagakeo.(Mariani)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment