Esok, Lima Kandidat Kades Nangadhero Siap Bertarung

Dibaca 204 kali

Nagekeo (faktahukumntt.com), Pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Nagekeo akan digelar rabu esok (28/11). Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Nagekeo menyebut, terdapat 44 Desa yang mengikuti ajang Pilkades serentak tahun 2018 dari total 98 Desa di kabupaten Nagekeo. Salah satunya adalah desa Nangadhero.

Sejak didevitifkan tahun 1992 silam, Segudang persoalan terhadap desa itu terus dikeluhkan warga hingga kini. Persoalan air bersih menjadi prioritas kebutuhan warga yang paling sering dikeluhkan, disusul persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemiskinan, Sosial budaya, tata kelola pemerintahan, perlindungan anak, dan bencana alam.

Bingkai dari persoalan itu kini menjadi daya gedor bagi masing-masing kandidat kepala desa untuk merebut simpati warga. Ketua Panitia, Kamran Husen menjamin Pilkades Nangadhero akan berlangsung aman, damai dan tertib. Berikut hasil rangkuman data yang berhasil diperoleh Wartawan Fakta Hukum Indonesia dengan masing-masing kandidat.

1. Arifin Pua Mbey;
Sesuai data yang berhasil dihimpun, Arifin adalah pria asal Nangaroro dengan jabatan terakhir sebagai ketua BPD Desa Nangadhero. Dia merupakan kandidat kepala Desa yang menyoroti persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi, tata kelola pemerintahan, sosial budaya, perlindungan anak, dan bencana alam.
Dalam pemaparan visi dan misinya, dia pernah berucap bahwa kompleksitas persoalan pembangunan di desa Nangadhero bukanlah menjadi sebuah masalah, namun baginya adalah sebuah tantangan yang harus dicarikan solusinya secara bersamaan-sama.

2. Mohammad Roslang; Pria berusia 36 tahun ini merupakan kandidat kepala desa Nangadhero termuda.
Pengalamannya dalam mengelola tata kelola pemerintah, berorganisasi dan membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat pernah dia pelajari saat masih aktif bergabung di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indonesia, Kota Makasar. Dengan mengemban visi terwujudnya masyarakat desa Nagadhero yang berkeadilan sosial, Muhammad Roslang bertekad memberikan sejumlah kebijakan strategis di bidang pemerintahan, bidang perekonomian, bidang kesejahteraan sosial, pertanian dan peternakan, perikanan yakni dengan melakukan evaluasi peraturan desa yang tidak berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dana BUMDES bagi petani dan nelayan, meningkatkan infrastruktur jalan desa, serta memberikan bantuan modal dan bibit ternak serta bantuan 5 unit tracktor dan 5 unit perahu viberglass (jolor) per tahun bagi petani dan nelayan.

Baca Juga :  Semangat Kebersamaan Masyarakat Dalam Bekerja, Menyukseskan Kegiatan TMMD Ke-111 Kodim 1604/Kupang

3. Heribertus So Muwa ;
Alumnus SMA Klemens Baowae ini merupakan putra asal Raja, kecamatan Boawae. Bermodalkan pengalamannya sebagai mantan Ketua desa Siaga dan Kepala Urus (KaUr) umum desa Nangadhero, Erik ingin membangun Nangadhero dengan tagline BERAHMAT, yakni terwujudnya kehidupan masyarakat Desa Nangadhero yang Bersih, Religius, Aman, Harmonis, Maju, Adil, Tertib. Saat ini Erik menjabat sebagai sekretaris komite Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas Stelamaris – Marapokot.

4. Nikolaus Namai Lagho ;
Sarjana pertanian lulusan Universitas Udayana Bali ini merupakan penggiat dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nangadhero, 2014-sekarang. Pria 46 tahun ini mempunyai diketahui pernah bekerja ditempat pengolahan makanan di Denpasar Bali. Niat tulusnya menjadi kepala desa Nangadhero dilandasi keprihatinannya terhadap persoalan lama yang selama ini selalu dikeluhkan warga. Sejalan dengan optimisnya untuk menang dalam Pilkades Nangadhero, Asmin ingin mewujudkan semua visi dan misinya seperti peningkatan sumber daya manusia, pembangunan jaringan air bersih, penambahan jumlah Posyandu, memberikan pendidikan pada nelayan dan petani, dan memberikan kepastian terkait status kepemilikan tanah bagi warga.

Baca Juga :  Peran Tokoh Agama dalam Merawat Perbedaan

5. Paskalis Uwa ; Paskalis Uwa merupakan adik kadung dari kepala desa non-aktif Wilhelmus Meo Tina. Selama masa penjajakan kandidat kepala desa, keluarganya dituding telah melaksanakan sistem dinasti kepala desa. Namun bagi Paskalis, menjadi kepala desa adalah panggilan jiwa raganya untuk membangun masyarakat yang ditempuh melalui proses demokrasi bukan melalui penujukan atau warisan kekuasaan.
Profilnya, Paskalis merupakan salah satu kandidat kepala desa Nangadhero dengan latar belakang militer. Dia dinyatakan purna dari tugas kemiliteran sejak tahun 2017 dengan pangkat terakhir pembantu letnan dua kodim Ngada. Selama aktif didunia militer, Paskalis diketahui terlibat dalam banyak urusan kemasyarakatan seperti menjadi wasit Sepak bola bersertifikat, menjabat sebagai sekretaris Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBSI) kabupaten Nagekeo sekaligus wasit nasional bola voli serta menjadi ketua komite SD dan SMA Stella Maris Marapokot. Dibidang rohani, Paskalis juga tengah menjabat sebagai ketua stasi St. Mateus Rasul Marapokot. Juli 2017 lalu, dia mendapat ucapan terima kasih dari pemerintah negara republik Indonesia dengan memberangkatkannya ke tanah suci (Hollyland) Israel. Dasar Itu yang menjadi rasa cinta kedesa Nangadhero. Desa yang belum diketahui kelola secara maksimal. Klarifikasi isu dinasti, pantas dimaklumi sebab dlm demokrasi tidak ada istilah itu bukan penunjukan. Untuk itu, bila kelak terpilih Paskalis Uwa berkomitmen untuk terus melayani masyarakat desa Nangadhero secara menyeluruh demi terwujudnya Desa Nangadhero yang maju, mandiri, sehat, dan sejahtera berlandaskan iman dan taqwa serta budaya dan memiliki moral yang baik untuk menciptakan rasa aman nyaman serta mewujudkan toleransi antar umat beragama. (patriOT)

Baca Juga :  Anton Moti Geram, Nagekeo jadi sarang Konspirasi para Broker Proyek.
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment