Gelar Workshop and Closing Project, AAH Gandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Provinsi NTT

Dibaca 136 kali

FaktahukumNTT.com – Oelamasi, KUPANG

[dropcap]A[/dropcap]ction Against Hunger (AAH) Indonesia gandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur serta institusi pendidikan di Kupang dalam acara workshop and closing project yang berlangsung di Ruang Palacio Hotel Aston  pada Senin, 28/10/2019.

Action Against Hunger (AAH) merupakan organisasi kemanusiaan internasional. Misi dari AAH adalah untuk menyelamatkan hidup melalui pencegahan, deteksi, dan penanganan kekurangan gizi, terutama selama dan setelah situasi darurat dan konflik.

Lembaga ini telah melaksanakan proyek di 10 dari 34 provinsi di Indonesia (Papua, Maluku, Maluku Utara, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jakarta dan NTT).

Di kabupaten Kupang, NTT, AAH melaksanakan proyek “Sistem Kesehatan Terpadu Peningkatan Kesehatan dan Gizi Ibu dan Anak” di 12 Kecamatan terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2018 – 2019.
Tujuannya adalah untuk menerapkan sistem kesehatan terpadu di lembaga kesehatan primer dan tersier yang tersebar di 6 kecamatan dan 47 desa, 57  fasilitas kesehatan pemerintah yang berlokasi di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Baca Juga :  Mempercepat Terwujudnya Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Sebagai tindak lanjut dari pencapaian proyek pertama, pada fase kedua proyek ini mereplikasi kegiatan-kegiatan yang berdampak positif dan memperluas cakupan pada 46 fasilitas kesehatan termasuk tenaga kesehatannya di 6 kecamatan lainnya. Jadi jumlah total fasilitas kesehatan yang mendapat manfaat dari intervensi kedua adalah 114 fasilitas kesehatan pada 13 puskesmas yang meliputi 12 kecamatan di kabupaten Kupang, NTT.

Dengan menggabungkan intervensi kesehatan dan nutrisi penting pada semua tahap dari rangkaian perawatan, AAH berkontribusi untuk Mengurangi angka kematian dan morbiditas di kalangan ibu dan anak balita, Mengurangi prevalensi gizi kurang dan memutus siklus kekurangan gizi antargenerasi.

Selain itu, Pelatihan Action Against Hunger telah memberikan pelatihan kepada 1,550 orang dengan berbagai macam topik yakni MTBS Tenaga Kesehatan, MTBS Mahasiswa, Supervisi Fasilitatif, On the Job Training (OJT) MTBS, Training of Trainers (TOT) MTBS, Strategi Mitigasi, PPIA / Triple Eliminasi, PPGDON.

Pengembangan Kurikulum Dalam kerja sama dengan institusi pendidikan, salah satu catatan penting adalah dengan diluncurkannya “Buku Ajar Asuhan Terpadu Balita Sakit bagi mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan”. Dengan dimasukkannya MTBS dalam kurikulum lokal di institusi pendidikan maka MTBS mendapat porsi yang memadai untuk diajarkan dan dengan demikian diharapkan akan dapat membekali dan mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga-tenaga kesehatan yang handal di masa mendatang.

Baca Juga :  Vaksinasi Masal di Kabupaten Ngada Dipantau Langsung oleh Kapolres

Sementara untuk Penguatan Sistem Kesehatan (Health System Strengthening-HSS) Dalam strategi intervensi ini, AAH melaksanakan proyek penguatan sistem kesehatan bekerjasama erat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Tujuan pendekatan ini adalah untuk memperkuat sistem kesehatan di Kabupaten Kupang. Pendekatan ini akan memberikan gambaran umum tentang bagaimana sistem kesehatan bekerja di kabupaten berdasarkan enam komponen utama (building block) yang ditetapkan oleh WHO yaitu: tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, pemberian layanan, suplai dan sistem informasi kesehatan; dan juga akan memungkinkan definisi strategi perencanaan untuk memperkuat sistem kesehatan dari bawah. Hasil HSS ini akan dimasukkan ke dalam jabaran Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Dari sisi pencapaian, beberapa catatan adalah bahwa telah terjadi peningkatan pelayanan kesehatan anak melalui penerapan pendekatan MTBS yang baik di puskesmas dampingan proyek dengan dibukanya poli MTBS oleh tenaga-tenaga kesehatan yang sudah terlatih di hampir semua fasilitas kesehatan yang ada. Hal ini telah berkontribusi pada penurunan angka kesakitan anak. Adanya pelaksanaan kegiatan Health System Strengthening (HSS) juga telah membantu dalam menganalisa sistem kesehatan yang sedang dilakukan sekarang ini dan sekaligus dapat mengembangkan strategi perencanaan yang lebih baik untuk memperkuat layanan kesehatan yang sudah ada agar menjadi lebih baik dan terpadu baik pada waktu normal maupun pada saat terjadi kejadian luar biasa atau bencana.

Baca Juga :  Jangan Takut dengan BPK

Untuk keberlanjutan dari proyek ini sudah ada sejumlah inisiatif dan komitmen dari pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta pihak terkait lainnya yaitu: Penggunaan dana BOK/Puskesmas untuk mendukung MTBS terutama untuk replikasi kepada puskesmas di luar wilayah dampingan AAH. Sudah mulai berjalan, Learning Center di Puskesmas Tarus dan Puskesmas Oesao, Ada kader MTBS-M di beberapa puskesmas di kab.Kupang, Dana desa untuk perbaikan gizi melalui Penetapan Prioritas Dana Desa (PDD).(MZ)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment