Hadiri Rakorwil APKASI Jerry Manafe, Sampaikan 3 Hal Penting Diperjiangkan APKASI

Dibaca 269 kali

Faktahukumntt.com – OELAMASI, KUPANG

[dropcap]W[/dropcap]akil Bupati Kupang, Jerry Manafe hadir dalam acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yag digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Kamis (20/02/2020) yang dibuka oleh Penasehat Khusus  Apkasi, Prof. Ryaas Rasyid.

Dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe meminta  APKASI agar memperjuangkan 3 hal penting antara lain;

Pertama, memperjuangkan Daerah Otonomi Baru Amfoang,  kedua, tetap mempertahankan para nasib honorer se–Indonesia terlebih khusus Kabupaten Kupang di angkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Ketiga, Labuan Bajo jadi tempat dilaksanskannya Munas V.

Baca Juga :  Mengungkap Fakta dibalik Penguasaan Tanah Pasar Oesao oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe SH, M., Th kepada awak media Senin,(24/02) siang diruang kerjanya.

Dirinya mengakui, kehadiraannya mewakili Pemerintah Kabupaten Kupang menggantikan Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno karena ada kegiatan lain.

Keikutsertaan Kabupaten Kupang berdasarkan undangan dari Ketua APKASI untuk rapat koordinasi bagi para Bupati se–Indonesia. Yang mada  ada dua agenda  kegiatan yang berlangsung, Rapat Koordinasi APKASI dan Rapat Persiapan Munas ke–Lima APKASI.

“Dalam rapat tesebut, kita mencoba berbincang dengan beberapa Bupati yang dipandu langsung oleh Sekertaris APKASI, Prof. Yos Rasib. Dan disitu saya minta kepada APKASI, khususnya daerah otonomi amfoang harus diperjuangkan dalam Munas Lima nanti”, kata Manafe.

Baca Juga :  HUT 53 Tahun SMKN-2 Kupang Dimeriahkan oleh Alumni 90-an

Lebih lanjut, Manafe juga meminta agar APKASI memperjuangkan tenaga honor. Soalnya mengenai tenaga honor ada wacana untuk ditiadakan, “Saya minta boleh ditiadakan, tapi tenaga honor harus diangkat jadi PNS tentunya dengan kriteria usia dan latar belakang pendidikan sebagainya. Tapi tidak boleh ditiadakan.

Dengan begitu status mereka jelas dan pasti agar mereka kerja itu tidak memikirkan keradaan mereka di tahun berikutnya. “Sehingga tidak ada lagi yang memikirkan; tahun ini saya ada tapi tahun depan saya tidak ada”, pungkas Manafe. ()

Baca Juga :  *Laiskodat : Bicara Tentang NTT, Pasti Bicara Tentang Masalah*
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment