Kapolda NTT, Konsep Kampung Tangguh dapat Memutus Matarantai Covid-19

Dibaca 364 kali

FaktahukumNTT.com, KUPANG NTT

Kepolisian Republik Indonesia (POLRI)  terus berinovasi dlm memutus rantai penyebaran Covid 19 di Indonesia, salah satu diantaranya dengan membentuk “Kampung Tangguh” di Desa Mata Air Kec. Kupang Tengah Kab. Kupang, Kamis 9 Juli 2020.

Kapolda NTT, Irjen. Pol. Drs Hamidin dalam sambutannya mengatakan konsep Kampung Tangguh dilakukan di seluruh Indonesia. Terkhusus kepada masyarakat Desa Mata Air yang telah menyediakan lahan kepada Polda NTT untuk dijadikan Kampung Tangguh Turangga.

Kapolda bersyukur sekaligus berharap keberadaan Kampung Tangguh ini mampu memelihara Kamtibmas yang kondusif sehingga terwujud masyarakat yang kreatif, inovatif dan produktif tidak hanya dalam mewujudkan ketahanan pangan namun seluruh aspek kehidupan lainnya.

Dijelaskannya, dalam situasi orang tidak berdaya, akan lahir konsep perbaikan yaitu revolusi. Revolusi untuk mencari sesuatu yg lebih menguntungkan. Dirinya bersyukur di tengah situasi sulit akibat pandemi covid 19, ide kreatif masyarakat terus bertambah dan berkembang dan ini harus dipertahankan seterusnya tidak hanya pada saat covid saja. Rangsangan positif yang disampaikan Kapolda kepada masyarakat adalah teruslah kembangkan usaha demi perbaikan ekonomi menjadi lebih baik.

Motivasi senada disampaikan juga Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. Beliau mengajak masyarakat untuk  bekerja dan terus bekerja. Manusia diberikan akal dan perasaan untuk lakukan pekerjaan, hasilkan barang dan jasa,dan pastinya ada kepuasan serta seni jasmani terpelihara.

Baca Juga :  Mengungkap Fakta dibalik Penguasaan Tanah Pasar Oesao oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.

Jadilah masyarakat produktif.

Masyarakat produktif selalu berpikir hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Menurutnya, produktivitas harus di ukur dari desa sebagaimana mengacu pd UU Desa No 6 Thn 2014.

Terkait pangan lokal, Wagub katakan apa yang dihasilkan, harus dipasarkan sehingga ada keuntungan. Tidak ada alasan untuk daerah NTT tidak bisa maju seperti provinsi-provinsi lain.

NTT harus bangkit, NTT harus sejahtera.

Kesulitan NTT saat ini diakuinya hanyalah masalah aksebilitas yaitu tidak teraksesnya Internet dengan baik ke pelosok-pelosok.

Baca Juga :  Aktivitas Pasar Di Lembata Kembali Dibuka !

Sementara itu Kepala Desa Mata Air, Beni Kanuk katakan, berangkat dari Program Revolusi 5P Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Pemerintah Desa Mata Air punya produk unggulan untuk bangkit dari keterburukan ekonomi akibat covid 19 yaitu semangat di bidang pertanian dalam hal ini peningkatan tanaman hortikultura diantaranya tomat, sayur-sayuran, melon dan lain sebagainya yang sangat diharapkannya bisa dipanen dalam waktu 1 atau 2 bulan nanti.

Selain itu ada juga ternak ikan air tawar. Tekad Kades ini, masyarakat harus tangguh melawan covid 19 dengan produktivitas.

Baca Juga :  Kuat Dugaan Adanya Praktek KKN, Warga Oehan Kecamatan Kuanfatu Menolak Pelantikan Perangkat Desa

Acara ini ditandai dengan panen perdana ikan dengan penaburan benih ikan Nila, disiapkan juga hasil kerajinan tangan dan hasil pertanian masyarakat desa setempat.

Hadir pula Bupati Kupang, DPRD Provinsi NTT, Forkopimda Prov.insi NTT, Forkopimda Kabupaten Kupang, para Pejabat Utama Polda NTT, para Kapolres jajaran Polda NTT, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment