Komandan Korem 161/WS Laksanakan Kunker Pertamanya di Kodim 1621/TTS

Dibaca 187 kali Reporter : */GL verified

Dalam pengarahannya, Komandan Korem 161/WS Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke Kodim 1621/TTS. “Selain untuk bersilaturahmi dan bertatap muka, juga ingin melihat secara langsung kondisi Anggota Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS. Lebih lanjut, Komandan Korem 161/WS dalam pengarahannya ada beberapa penekanan kepada seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS”.

“Saya ingin menyampaikan hal-hal yang khusus saja, 77 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan segala prosesnya Wilayah Sabang sampai Merauke terjadi sebuah kesepakatan untuk menyusun untuk membangun peradaban baru dalam bentuk Negara dan struktur Negara. Kapan peradaban baru ini di bentuk? Mulai Tahun 1945 Struktur Negara tersebut terbentuk dari kesepakatan. Ada 337 Sultan, Raja, Pemuka Agama, Pemuka Suku ; 336 setuju meleburkan Kesultanan/Kepatihannya atau Kerajaannya ke dalam Struktur Negara dan Pemerintahan, hanya 1 yang tidak setuju yaitu Jogjakarta”, ujar Danrem.

Baca Juga :  Membangun Manusia Kabupaten  Kupang Menjadi Manusia yang Seutuhnya Sama seperti Dua Sisi Sekeping Mata Uang

“Selanjutnya, Kepunggawaannya/ Kesatrianya mulai bergabung kedalam BKR. Kemudian, kenapa para Sultan dan Raja ini setuju meleburkan, menghilangkan peradaban Monarki dalam bentuk Kesultanan dan Kerajaan kedalam Struktur Negara? karena dijanjikan bahwa :

1. Rakyat, Tanah dan segala isinya akan dilindungi.

2. Akan dicerdaskan.

3. Akan disejahterakan.

4. Akan diikutsertakan dalam ketertiban dunia atau Hak Azazi mereka semua akan di jamin”.

“Seberapa penting peran Babinsa di lapangan, tolong tanamkan dalam-dalam kenapa tema yang tertulis di bak air Pompa Hidram itu *”Negara Hadir untuk Rakyat”*, jadi betapa pentingnya anda (Babinsa) mewakili Negara”, ungkap Brigjen Budiman.

Baca Juga :  Komandan Korem 161/WS Bersilaturahmi ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Kemudian NTT memiliki kasus Stunting tertinggi di Indonesia dan sebagian di Papua akibat Gizi buruk baik ibunya maupun anaknya, penyebabnya apa? Kurangnya protein, kurangnya cairan dan kurang lain-lain sehingga masyarakat kita di NTT khususnya Soe ini menunggu untuk dihadirkan dan disediakan oleh Negara dengan cara beternak/pelihara ayam untuk menyediakan kebutuhan Gizi secara langsung bersama masyarakat”, pungkas Danrem.

Hadir dalam kegiatan ini seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS.

Sumber : Penrem161
Sebelumnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment