Komandan Korem 161/WS Meninjau Budidaya Ayam KUB di Wilayah Kodim 1621/TTS

Dibaca 205 kali Reporter : */GL verified

TTS, faktahukumntt.com – 7 Januari 2022

Komando Distrik Militer (Kodim) 1621/Timur Tengah Selatan (TTS) membudidayakan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Kelompok Tani Tetesan Embun RT. 05 RW. 06 Dusun II Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS. Budidaya tersebut akan diserahkan ke masyarakat guna peningkatan Ekonomi masyarakat, So’e (06/01/2022).

Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., beserta Ibu Ketua Persit Koorcabrem 161/WS Ny. Tita Iman Budiman, Kasi Intel Kasrem 161/WS Letkol Kav Fadjar Wahyu Broto beserta istri, Dandenpom IX/1 Kupang Letkol CPM Joao Cesar Da Costa Corte Real, S . E., dan Komandan Kodim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, S. H., M. M., tiba di Kelompok Tani Tetesan Embun RT. 05 RW. 06 Dusun II Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS di sambut secara adat Natoni dan dilanjutkan sambutan dari Bupati TTS.

Dalam sambutannya, Bupati TTS Bapak Egusem Pieter Tahun, S. T., M. M. mengatakan bahwa, “Saya bersama masyarakat menyampaikan ucapan terimakasih bahwa TNI tidak hanya menjaga keutuhan NKRI tetapi TNI sudah terjun membantu Pemerintah Daerah, pertama mendorong ekonomi masyarakat, ketika mendorong ekonomi masyarakat bergerak maka pada saat itu kita menekan kemiskinan itu sehingga dalam hal ini berlaku timbal balik yaitu ketika kita menaikan nutrisi masyarakat dengan sendirinya menstabilkan kondisinya dengan berbagai motivasi”.

Baca Juga :  Komandan Korem 161/WS Laksanakan Kunker Pertamanya di Kodim 1621/TTS

“Sebulan yang lalu Bapak Pangdam IX/Udayana datang kesini, kita berterimakasih karena kepedulian para TNI di daerah terluas di NTT dan berpenduduk paling padat. Ketika kita meningkatkan angka kemiskinan yang cukup tinggi secara regional mendorong Pemerintah Provinsi menekan angka kemiskinan dalam angka stabil. Ketika program angka stabil diluncurkan dua tahun yang lalu kita berada di posisi nomer 2 dari seluruh Provinsi di Indonesia untuk stunting 43 ribu orang, namun sekarang bertengger di angka 12 ribu sampai dengan 13 ribu, berarti penurunan ± 30 ribuan anak-anak. Menurunnya angka stunting dan angka kemiskinan ini cukup bagus dari angka kemiskinan sekitar 46 ribu sekarang sudah bertengger 32 ribu yang kita tangani, kami sekarang tinggal 11 sampai 12 ribu yang belum tertangani”, terang Bupati.

Sumber : Penrem161
Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment